||Aktif Ikut Kompetisi Bisnis, Mahasiswi Universitas Negeri Malang Ini Belajar Hadapi Kegagalan

Aktif Ikut Kompetisi Bisnis, Mahasiswi Universitas Negeri Malang Ini Belajar Hadapi Kegagalan

2019-05-16T17:03:30+00:00Cerita Komunitas|0 Comments

Sejak masih duduk di bangku SMA kelas IPA, Diana Putri sudah menyadari kecintaannya pada ilmu ekonomi dan bisnis. Kesempatan mengambil dua mata pelajaran IPS di sekolahnya membulatkan tekad Diana untuk kuliah lintas jurusan. Setelah akhirnya masuk Universitas Negeri Malang, ia pun semakin aktif mengikuti berbagai kompetisi bisnis.

Diana adalah salah satu Campus Ambassador Dana Cita yang sedang menempuh semester 6 di program S1 Akuntansi Universitas Negeri Malang (UM). Berbekal sejumlah piagam penghargaan yang ia kumpulkan semasa SMA, Diana berhasil masuk UM lewat jalur Seleksi Mandiri Prestasi.

Keputusan untuk menolak tawaran beasiswa dari dua perguruan tinggi swasta tidak disesali oleh Diana. Pasalnya, peluang untuk bersaing dan menorehkan prestasi di UM sangat terbuka lebar. Bahkan, pada tahun keduanya ia berhasil meraih Beasiswa Unggulan dari Kemendikbud sehingga ia tak perlu lagi membayar uang semester dan mendapat uang saku setiap bulan.

Berkat deretan pencapaiannya di Universitas Negeri Malang, baru-baru ini Diana juga terpilih sebagai Mahasiswa Berprestasi tingkat universitas.

Giat menyalurkan passion

Sebagian besar pencapaian yang diraih oleh Diana adalah menjuarai kompetisi business plan. Kompetisi tersebut memungkinkan Diana untuk menyalurkan kedua passion-nya, yakni menulis dan public speaking.

“Aku suka public speaking sejak SMP. Waktu itu coba-coba ikut lomba speech bahasa Inggris. Awalnya ada rasa gak percaya diri, tapi alhamdulillah dapat juara 1. Sejak saat itu aku memutuskan untuk mengembangkan kemampuan tersebut,” ujarnya.

Keberanian Diana untuk mencoba hal baru ternyata berbuah manis. Sampai saat ini ia kerap menjadi pembicara atau MC di berbagai acara, serta melakukan sosialisasi bersama paguyuban Duta Gemarikan dan Campus Ambassador Dana Cita.

Dalam upaya menyalurkan kegemarannya untuk tampil dan berbicara di depan umum, Diana mengikuti pemilihan Duta Pangan dan Duta Gemarikan di kota Malang. Ia juga memanfaatkan media sosialnya untuk menyebarkan inspirasi kepada anak-anak muda di sekitarnya.

Tujuan yang sama ingin dicapai oleh Diana lewat program Campus Ambassador Dana Cita.

“Menurutku, sebagai ambassador kita harus mampu menginspirasi dan membantu satu sama lain. Apalagi Dana Cita memberikan sesuatu yang sangat dibutuhkan mahasiswa. Aku menyaksikan sendiri temanku butuh uang untuk bayar UKT, dsb. Ketika aku bisa bantu orang lain lewat Dana Cita, kenapa tidak?”

Bersama Dana Cita, Diana tak hanya membantu menyebarluaskan solusi untuk mahasiswa yang mengalami kendala pembiayaan kuliah, tapi juga berkesempatan untuk berkolaborasi dengan anak-anak muda berprestasi lainnya dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia.

Di antara teman-teman sesama Campus Ambassador, ada Indra Febrianto dan Deni Bagas, sesama mahasiswa Universitas Negeri Malang yang menjadi rekan satu tim Diana saat menjuarai ASEAN Student Scientific Competition di Universitas Negeri Surabaya.

Diana menganggap keberhasilan tersebut sebagai pencapaiannya yang paling membanggakan. Bagaimana tidak? Meski sudah sering meraih juara 1 dalam berbagai perlombaan, ASEAN Student Scientific Competition ini merupakan kompetisi tingkat internasional pertama yang ia ikuti.

Dana Cita | Universitas Negeri Malang

Diana menjuarai perlombaan bersama Indra Febrianto dan Deni Bagas (Photo by Diana)

Ikhlas terhadap hasil

Di luar deretan pencapaiannya, tak jarang pula Diana mengalami kegagalan. Pernah suatu ketika ia merasa cukup pede akan menjuarai sebuah kompetisi bisnis, tapi ternyata ia harus menanggung kekecewaan karena hanya menduduki posisi Harapan 1.

Dari situ Diana belajar bahwa terlepas dari ambisinya yang besar, ia tak boleh lupa akan satu hal, yaitu ikhlas terhadap hasil akhir.

“Selama aku sudah berusaha semaksimal mungkin, apapun hasilnya harus aku pasrahkan. Kalau gak kayak gitu, waktu jatuh pasti kecewa. Yang penting ada usaha dulu; gak boleh down sebelum mencoba. Kalau sudah pasrah, (meski gagal) aku percaya pasti nanti ada gantinya yang lebih baik. Kuncinya adalah ikhlas.”

Meski demikian, dalam hal menyeimbangkan kegiatan perlombaan dengan prestasi akademiknya, Diana tak pernah gagal. Terbukti ia mampu menjaga nilai IPK agar dapat mempertahankan beasiswanya sampai lulus.

Anak pertama dari lima bersaudara ini menggambarkan dirinya sebagai seorang “planner”. Tak hanya selalu merencanakan kegiatannya selama seminggu ke depan, Diana juga mampu menentukan prioritas dan tak segan mengesampingkan hal-hal yang ia anggap tak terlalu mendesak.

Dana Cita | Universitas Negeri Malang

Salah satu pencapaian Diana di Universitas Negeri Malang (Photo by Diana)

Diana tak bisa memungkiri bahwa di balik segala keberhasilannya, ada doa dari orang yang paling menginspirasi dalam hidupnya, yaitu sang ibu.

“Ibu itu penyemangat dan sumber inspirasi aku. Mendengar aku dapat suatu prestasi, dia sudah bahagia. Ibu gak pernah mengeluh dan selalu support aku–selama itu hal yang positif. Ketika aku down, beliau juga yang kasih semangat,” ungkapnya.

Dengan kerja keras dan motivasi dari dalam dirinya, ditambah dukungan dari orang-orang terdekat, Diana berharap bisa meraih cita-citanya untuk menjadi seorang dosen sekaligus entrepreneur. Untuk meraih impian tersebut, Diana berencana akan langsung melanjutkan studinya ke jenjang S2. Bahkan, kalau bisa dapat beasiswa untuk kuliah di luar negeri.

Semoga mimpi itu bisa terwujud, ya!

Leave A Comment

Share via