||Kisah Pelajar Asal Pangkal Pinang yang Pendam Impian Jadi Dokter untuk Masuk Lembaga Pelatihan Kerja

Kisah Pelajar Asal Pangkal Pinang yang Pendam Impian Jadi Dokter untuk Masuk Lembaga Pelatihan Kerja

2019-06-21T14:13:06+00:00Cerita Komunitas|1 Comment

Layaknya kebanyakan anak seusianya, semasa kecil Audri selalu bercita-cita menjadi dokter. Ada rasa bahagia ketika membayangkan dirinya bisa menyembuhkan orang sakit. Sayangnya, ketika tiba saatnya melangkah ke jenjang pendidikan tinggi, perempuan bernama lengkap Audri Apriska Salsabila ini harus memendam impian itu dan memilih masuk Lembaga Pelatihan Kerja.

Lahir di Pangkal Pinang 18 tahun silam, Audri tumbuh sebagai anak pertama yang diandalkan oleh kedua orangtua, serta menjadi sosok panutan bagi adik-adiknya. Bahkan, ia pun kerap membantu sang ibu menjalankan usaha salon dan rias pengantinnya.

Tak heran kalau Audri lantas termotivasi mengikuti program pendidikan siap kerja agar ia bisa segera meringankan beban orangtuanya.

Biaya kuliah jadi pertimbangan melanjutkan studi

Bisa berkarier di dunia kesehatan, khususnya menjadi dokter, sudah jadi impian Audri sejak lama. Ia pun sempat mengincar Fakultas Kedokteran di perguruan tinggi negeri, dan mengikuti UTBK (Ujian Tertulis Berbasis Komputer) untuk daftar SBMPTN.

Akan tetapi, biaya kuliah kedokteran yang terbilang mahal menjadi salah satu alasan Audri untuk mengubur impian tersebut. Beruntung ia mendapat informasi tentang sebuah Lembaga Pelatihan Kerja yang berlokasi di Surabaya, Prisma Profesional.

Tertarik dengan jaminan kuliah sambil kerja yang ditawarkan Prisma Profesional melalui program on-the-job training di tahun kedua, serta metode pengajaran yang terdiri dari 70% praktik dan 30% teori, Audri pun mantap mendaftarkan dirinya untuk tahun ajaran 2019.

Sebagai solusi untuk membiayai pendidikannya, Andri sempat mencari pinjaman dari koperasi dan juga para kerabatnya. Akan tetapi, dana yang diperoleh belum cukup untuk menutupi biaya kuliah tahun pertamanya.

Saat itulah Audri diperkenalkan pada Dana Cita, penyedia pinjaman pendidikan terjangkau yang bekerja sama dengan Prisma Profesional.

Pinjaman pendidikan menjadi solusi para pelajar daerah

Sebelum masuk Prisma Profesional, Audri belum familiar dengan program pinjaman pendidikan. Namun, begitu mendengar nama Dana Cita yang ternyata bisa membantu pelajar dan mahasiswa yang ingin melanjutkan pendidikan, ia dan ibunya langsung semangat menggali informasi tentang startup fintech ini.

“Sempat cari tahu di Google, lalu buka website Dana Cita. Karena pembayaran tiap bulannya gak terlalu berat dibanding yang lain, dan bunganya juga ringan, akhirnya aku coba ajukan (pinjaman),” ujar Audri.

Berkat proses yang mudah dan bantuan langsung dari tim Dana Cita, Audri kini siap memulai pendidikannya pada bulan Agustus 2019 mendatang. Program tersebut berlangsung selama dua tahun dan rencananya ia akan mengambil peminatan Business Management.

Audri mengaku bahwa seandainya dari dulu ia tahu ada program pembiayaan pendidikan seperti Dana Cita, bisa jadi ia akan tetap mengejar cita-citanya untuk kuliah kedokteran.

Menurutnya, kualitas pendidikan di daerah yang belum semaju kota-kota besar membuat banyak pelajar memilih merantau ke Jawa untuk berkuliah. Lantas, sayang sekali rasanya jika impian itu harus dipendam karena keterbatasan biaya, seperti yang dialami Audri.

Meski demikian, kini Audri sudah ikhlas dan berkomitmen untuk memaksimalkan kesempatan yang ada di depan mata. Terlepas dari program studi yang melenceng dari rencana awal, paling tidak Audri merasa aman karena sudah diterima di institusi yang menjaminnya untuk siap kerja dalam waktu singkat. Kebutuhan biaya pun sudah tertutupi oleh pinjaman Dana Cita.

“Aku ingin cepat punya penghasilan supaya bisa bantu orangtua. Adikku kan banyak. Memang aku gak bisa masuk (jurusan) kedokteran, tapi aku bisa bantu mereka gantikan aku jadi dokter.”

Bagi teman-teman pembaca blog Dana Cita yang memiliki pengalaman seperti dirinya, Audri mengingatkan agar tidak patah semangat hanya karena masalah biaya.

“Kalau memang benar-benar mau mengejar cita-cita, jangan nyerah. Terus belajar dan berdoa karena pasti ada solusinya. Semua tergantung niat kita,” pesan Audri.

One Comment

  1. Audri Apriska Salsabila June 21, 2019 at 15:37 - Reply

    Terimakasih kaakk!❤️

Leave A Comment

Share via