||Kuliah Sambil Kerja, Risma Gunakan Pinjaman Pendidikan Dana Cita untuk Atur Keuangan

Kuliah Sambil Kerja, Risma Gunakan Pinjaman Pendidikan Dana Cita untuk Atur Keuangan

2019-05-24T16:43:26+00:00Cerita Komunitas|0 Comments

Risma Nur Halizah adalah salah satu anggota komunitas Dana Cita yang tengah bekerja sambil kuliah di Universitas Bina Sarana Informatika. Kalau banyak yang mengira pinjaman pendidikan hanya diperuntukkan bagi mereka yang kesulitan membayar uang kuliah, Risma membuktikkan bahwa program ini juga dapat membantu mahasiswa mengatur keuangan.

Perkenalan Risma dengan Dana Cita bermula ketika ia sedang curhat soal kendalanya dalam membayar uang kuliah kepada sang sahabat, Mifta. Ternyata Mifta yang merupakan teman sekolah Risma di SMK 46 Jakarta adalah salah satu pengguna Dana Cita. Ia pun merekomendasikan Risma untuk mendaftarkan diri di platform penyedia pinjaman pendidikan itu.

Bekerja demi bisa kuliah

Lulus dari sekolah kejuruan tahun 2016, Risma terpaksa mengurungkan niatnya untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi. Dana yang telah disisihkan ibu Risma untuk biaya kuliah sang anak terpakai untuk mengurus pemakaman kakek Risma yang saat itu baru meninggal dunia.

Tanpa mengeluh, Risma mengutarakan niatnya untuk menunda kuliah agar bisa bekerja terlebih dahulu. Pekerjaan pertamanya sebagai penjaga toko hanya bertahan selama tiga minggu. Ia kemudian sempat bekerja di restoran, dan selanjutnya di perusahaan ekspor impor. Sayangnya, ketiganya tak memberikan penghasilan yang cukup untuk mengumpulkan uang kuliah.

Setelah tiga kali berpindah kerja, akhirnya Risma diterima di sebuah perusahaan outsourcing di Manggarai, tempat kerjanya saat ini. Setelah enam bulan bekerja di perusahaan tersebut, Risma cukup berani untuk mendaftarkan diri di program D3 kelas karyawan Universitas Bina Sarana Informatika.

Dana Cita | kuliah sambil kerja Universitas Bina Sarana Informatika

Risma bersama rekan-rekan kerjanya (Photo by Risma)

Mencari pinjaman dengan bunga terjangkau

Profesi awal sebagai admin project menuntut Risma untuk bekerja secara mobile. Gaji yang banyak terpakai untuk ongkos perjalanan pun mendorongnya untuk mencari tambahan sumber dana guna membiayai uang pendaftaran dan semester pertama kuliahnya. Ia lantas mengajukan pinjaman online ke dua perusahaan fintech.

Memasuki semester kedua, penghasilan Risma sebenarnya sudah bisa dikumpulkan untuk membayar uang kuliah. Namun, besarnya godaan untuk membelanjakan uang tersebut untuk hal-hal yang tidak terlalu diperlukan, membuat Risma ragu bahwa ia bisa mengelola keuangannya dengan bijak.

Anak pertama dari dua bersaudara ini merasa cukup terbantu dengan program pinjaman online. Karena punya kewajiban untuk membayar cicilan setiap bulan, mau tak mau ia harus mengendalikan hasrat belanjanya.

Namun, meski pinjaman di dua perusahaan sebelumnya berhasil ia lunasi selama tiga bulan, bunga yang memberatkan membuat Risma berpikir dua kali untuk meneruskan pinjamannya. Risma pun bersyukur karena diperkenalkan kepada Dana Cita oleh Mifta. Bunga yang lebih terjangkau membuat ia mantap untuk mengajukan pinjaman di Dana Cita dengan tenor 12 bulan.

“Sebenarnya masalah utama saya adalah sulit nabung. Saya seorang karyawan dan tujuan saya ikut Dana Cita adalah untuk manage diri. Dengan student loan, otomatis saya punya tanggung jawab untuk bayar pinjaman setiap bulan,” cerita Risma di acara Dana Cita Community Meet Up Jabodetabek.

Semangat berpendidikan tinggi

Ketika seseorang memutuskan untuk langsung bekerja setelah lulus SMA, satu hal yang dikhawatirkan adalah ia akan lupa mengejar pendidikan. Namun, tidak demikian dengan Risma.

Meskipun sejak pertama kali bekerja sudah tak pernah minta uang jajan dari orangtuanya, tapi dari penghasilan yang seadanya, Risma mau berusaha menyisihkannya untuk bayar kuliah.

Duduk di bangku perguruan tinggi memang impian Risma sejak dulu. Bahkan, ia menjadikan itu sebagai resolusi yang ingin dicapai di tahun 2017. Sayangnya, penghasilan yang belum mencukupi membuat Risma terpaksa memendam impian itu.

Di saat karier dan penghasilan perlahan membaik pada tahun 2018, Risma pun berpikir, “Kenapa harus menunda (kuliah)?”

Dana Cita | kuliah sambil kerja Universitas Bina Sarana Informatika

Saat mengikuti program pengabdian masyarakat dari kampusnya (Photo by Risma)

Selain demi membahagiakan sang ibu, Risma juga percaya bahwa pendidikan tinggi akan membawa manfaat yang besar bagi kemajuan kariernya. Beruntung perusahaan tempat kerjanya sangat mendukung pilihan Risma untuk bekerja sambil kuliah.

“Kalau kita (karyawannya) berprestasi dan stay di perusahaan, mereka juga yang merasakan untungnya,” kata Risma.

Keseriusan Risma terlihat dari program studi pilihannya. Sebagai lulusan SMK perkantoran, ia merasa jurusan Sistem Informasi di Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) adalah jurusan yang tepat untuk menunjang karier yang sedang dijalaninya.

“Aku mau coba challenge baru–jadi lulusan perkantoran yang bisa ngoding. Aku mau punya skill tambahan dan jadi karyawan yang multitalenta.”

Setelah menyelesaikan kuliah D3-nya di UBSI, Risma berencana untuk fokus pada kariernya terlebih dahulu. Dengan pekerjaan yang lebih baik dan gaji yang lebih tinggi, ia berharap bisa mengumpulkan tabungan untuk meneruskan kuliah ke jenjang S1.

Sejalan dengan visi misi Dana Cita

Semangat Risma untuk menempuh pendidikan tinggi sejalan dengan visi dan misi Dana Cita dalam mengembangkan komunitasnya.

Di acara Dana Cita Community Meet Up 2019, Risma berkesempatan untuk bertemu dengan anggota komunitas Dana Cita lainnya. Selain membagikan pengalaman pribadinya menggunakan pinjaman pendidikan Dana Cita, Risma juga mendengarkan cerita teman-teman lain yang tak kalah menginspirasi.

“Orang-orangnya humble, gak sombong, friendly, dan menginspirasi. Teman aku yang ikut datang sampai mau join Campus Ambassador,” imbuhnya.

Dana Cita sangat senang bisa merangkul anak-anak muda hebat seperti Risma, dan tentunya akan selalu antusias menyambut teman-teman baru yang ingin bergabung menjadi bagian dari keluarga besar Dana Cita. 🙂

Leave A Comment

Share via