||Mengungkap Keberhasilan Mahasiswa Universitas Negeri Malang Peraih Beasiswa Bidikmisi

Mengungkap Keberhasilan Mahasiswa Universitas Negeri Malang Peraih Beasiswa Bidikmisi

2019-05-15T13:54:07+00:00Cerita Komunitas|0 Comments

Belajar dari kegagalannya saat SMP, Deni Bagas Pratama semakin gigih menjalani studinya di bangku SMK. Sejak lama ia sudah bertekad ingin masuk program kejuruan Akuntansi dan mengikuti berbagai perlombaan di bidang tersebut. Target Deni pun tercapai. Bahkan, deretan prestasinya di SMK berhasil mengantarkan ia sampai lolos SNMPTN dengan beasiswa Bidikmisi.

Dalam sebuah artikel yang pernah ia tulis di blog Dana Cita, Deni mengungkapkan kekecewaannya yang selalu gagal masuk peringkat 10 besar saat SMP. Namun, ia berusaha memperbaikinya di semester kedua kelas 9, dengan menargetkan nilai maksimal untuk hasil Ujian Nasional.

Kegigihan Deni berbuah manis saat ia diumumkan meraih nilai UN tertinggi di sekolahnya. Meski sempat menimbulkan tanda tanya dari orang-orang sekitar, Deni tak gentar dan justru membuktikan diri dengan memperbanyak prestasi di jenjang pendidikan selanjutnya.

Di SMK Negeri 2 Pacitan, Deni tak hanya aktif ikut perlombaan, tapi juga terjun dalam keanggotaan OSIS, ikut berbagai ekstrakurikuler, seperti basket, karawitan, dan Remaja Islam Masjid (RISMA), serta meraih peringkat 1 di kelas.

Dana Cita | Mahasiswa Universitas Negeri Malang Peraih Beasiswa Bidikmisi

Menjadi juara 1 Competition of Accounting (COMPAC) di STIE Perbanas Surabaya (Photo by Deni)

Lolos SNMPTN dengan beasiswa Bidikmisi

Persiapan SNMPTN (Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri) sudah Deni mulai sejak hari pertama di kelas 10. Ia merasa diperlukan strategi khusus agar lolos seleksi tanpa tes ini.

Menyadari bahwa jalur SNMPTN tak hanya memerlukan nilai rapor, tapi juga sertifikat pendukung, Deni pun mempersiapkan semuanya dengan baik, di antaranya mengikuti lomba sebanyak mungkin serta belajar lebih giat agar menjadi juara kelas.

“Mungkin sertifikat Ketua Osis ya yang sangat berguna sekali dan menjadi ‘kertas emas’ di kampus tertentu seperti IPB—yang sangat menghargai jabatan Ketua Osis. Namun, pada umumnya prestasilah yang sangat membantu dalam hal kesuksesan dari SNMPTN, apalagi jika sertifikat prestasi kalian tersebut penyelenggaranya adalah universitas yang ingin kalian tuju. Contoh: sertifikat Juara 1 Olimpiade Akuntansi di UGM akan membantu kalian untuk berhasil SNMPTN jurusan Akuntansi UGM, di samping nilai kalian yang pastinya juga harus setinggi mungkin.”

Deni sendiri pernah menjuarai kompetisi yang diadakan oleh Universitas Negeri Malang (UM), kampusnya saat ini. Meski sempat bimbang menentukan pilihan program studi yang akan didaftarkan di SNMPTN, masukan dari orang-orang sekitar membuat Deni mantap memilih jurusan Akuntansi dan Manajemen UM—yang mana sudah terakreditasi A.

Dana Cita | Mahasiswa Universitas Negeri Malang Peraih Beasiswa Bidikmisi

Menjuarai ASEAN Student Scientific Competition (Photo by Deni)

Selain UM, Deni juga mengikuti seleksi STIE Perbanas Surabaya dan Politeknik Negeri Malang. Ketiganya ia daftarkan melalui jalur khusus beasiswa Bidikmisi dengan harapan bisa berkuliah tanpa membebani orangtuanya.

Deni sebenarnya sempat mengikuti seleksi STAN (Sekolah Tinggi Akuntansi Negara), di mana sekolah kedinasan tersebut tidak memungut biaya pendidikan sepeser pun. Sayang, ia gagal di seleksi tahap kedua.

Meski demikian, Deni tak mau menyerah dan menaruh harapan terbesarnya pada beasiswa Bidikmisi di salah satu dari ketiga pilihan kampus lainnya.

Bungsu dari tiga bersaudara ini pun berhasil diterima di UM tahun 2017 dengan bantuan biaya pendidikan dari Bidikmisi. Meskipun jurusannya tak sesuai keinginan, yakni Manajemen—bukan Akuntansi yang merupakan pilihan pertamanya, Deni tetap mensyukuri hasil kerja kerasnya.

Deni tak bisa memungkiri bahwa kondisi ekonomi menjadi pertimbangan utama pihak penyelenggara dalam menyeleksi kandidat. Namun, ia percaya bahwa prestasi semasa SMK menjadi poin plus yang memperkuat peluangnya sebagai calon penerima beasiswa.

Sibuk bukan berarti tak bisa berprestasi

Memasuki tahun ketiga sebagai mahasiswa UM, Deni berhasil menjaga prestasi akademiknya. Syarat IPK 3,00 untuk mempertahankan beasiswa Bidikmisi jelas tak jadi masalah, mengingat ia sendiri berhasil mencapai IPK di atas 3,90.

Deni membuktikan bahwa kesibukan non-akademik bukan alasan untuk meraih nilai IPK yang mengagumkan. Pasalnya, selain berkuliah ia juga aktif berorganisasi, mengikuti berbagai perlombaan, serta merintis usaha.

Dana Cita | Mahasiswa Universitas Negeri Malang Peraih Beasiswa Bidikmisi

Foto bersama pengurus Himpunan Mahasiswa Jurusan Manajemen 2017 (Photo by Deni)

Di luar kampus, Deni juga bergabung menjadi anggota komunitas Dana Cita sebagai salah satu Campus Ambassador, bersama sekumpulan anak muda dari belasan perguruan tinggi yang peduli akan pendidikan.

Menurut Deni, manajemen waktu adalah kunci utamanya.

“(Kegiatan) akademik dan organisasi yang beriringan memaksa kita untuk dapat mengelola waktu dengan baik. Misalnya, saya kuliah sampai Magrib dan ada rapat jam 19.00, maka saya akan membawa tugas yang harus dikumpulkan besok untuk dikerjakan di sela-sela waktu antara kuliah dan rapat.”

Walaupun terbiasa menyempatkan diri mengerjakan tugas kuliah di tengah kesibukan berorganisasi, sebisa mungkin Deni akan mencicil atau menyelesaikan tanggung jawabnya sebagai mahasiswa di waktu kosong, misalnya akhir pekan atau hari-hari lain saat jadwal perkuliahannya tak begitu padat.

Tips lain dari Deni adalah mengetahui karakter tugas dari dosen.

“Misalnya, tugas dari dosen A pasti mengumpulkan makalah saat UAS, dan dosen B tugasnya membuat rangkuman yang dikumpulkan di hari yang sama. Dengan demikian, kita jadi gampang mengagendakan semuanya. Karena sebenarnya akademik dan organisasi itu asyik sekali dan membuat waktu berputar lebih cepat, sehingga kuliah kita ada sensasinya,” tambah Deni.

Saat mengikuti program Campus Ambassador, Deni menggambarkan dirinya sebagai pribadi yang pekerja keras dan goal-oriented. Hal itu terlihat jelas dari upaya Deni untuk meraih prestasi yang maksimal saat SMK hingga akhirnya ia berhasil lolos SNMPTN.

Penyuka gaming dan olahraga basket ini bahkan sudah merancang rencana untuk 5-10 tahun ke depan.

Kuliah S2 dengan dibiayai sepenuhnya oleh pemerintah atau instansi pendidikan menjadi impian terbesar Deni setelah lulus kuliah. Di saat yang sama, ia juga mendambakan bekerja di perusahaan teknologi sekelas Go-Jek atau Google. Namun, terlepas dari itu semua, cita-cita jangka panjang Deni adalah menjadi seorang dosen.

Tekad yang bulat untuk membahagiakan keluarga dengan prestasi-prestasi yang gemilang mampu Deni wujudkan. Meskipun almarhum Ayah Deni tak sempat menyaksikan pencapaian sang anak, masih ada teman-teman dan keluarga Deni yang lain, serta Dana Cita yang selalu bangga melihat keberhasilan anggota komunitasnya.

Leave A Comment

Share via