||Wiraswasta Lulusan Institut Pertanian Bogor Banting Setir Jadi Developer

Wiraswasta Lulusan Institut Pertanian Bogor Banting Setir Jadi Developer

2019-04-24T15:49:36+00:00Cerita Komunitas|0 Comments

Berganti karier setelah tiga tahun menjadi wiraswasta bukanlah keputusan yang mudah. Namun, itulah langkah besar yang diambil oleh Agrha Adi Prayogo, alumni Institut Pertanian Bogor yang kini berprofesi sebagai seorang developer.

Lulus tahun 2014 dari Fakultas Teknologi Pertanian, Agrha memutuskan untuk berwirausaha. Mulai dari bisnis katering hingga produksi mesin las pernah ia coba. Akan tetapi, usaha yang kurang berjalan mulus ditambah keinginan untuk memiliki keahlian baru yang menghasilkan di era modern ini, membuat Agrha memutuskan untuk bersekolah lagi.

Alih-alih mendalami bidang entrepreneurship atau mengambil program magister di jurusan pertanian, Agrha memilih untuk belajar programming di Hacktiv8.

Hacktiv8 merupakan salah satu coding bootcamp alias tempat kursus dan pelatihan coding yang berlokasi di Jakarta. Hacktiv8 memiliki program intensif untuk mencetak para developer profesional yang siap disalurkan ke berbagai perusahaan.

Agrha cukup yakin dengan jaminan yang ditawarkan oleh Hacktiv8. Melihat adanya peluang yang menjanjikan jika terjun ke dunia IT, pria asal Cirebon ini pun mantap untuk mengambil tantangan baru dalam perjalanan kariernya.

Keinginan Agrha untuk banting setir menjadi developer semakin besar ketika salah satu saudaranya yang berprofesi sebagai Senior Android Developer mengatakan bahwa demand terhadap tenaga kerja IT sangat tinggi.

Alhasil, hanya dengan bekal rasa ingin tahu yang besar dan tekad yang kuat untuk mencoba hal baru, Agrha pun menyerahkan bisnis yang sudah dijalankannya kepada sang paman, demi fokus belajar menjadi developer.

Mendapat solusi pembiayaan pendidikan terjangkau

Sebagai pemulai yang tak punya latar belakang IT, Agrha seakan harus memulai semuanya dari nol. Investasi yang tak sedikit di lembaga kursus coding pilihannya, mengharuskan Agrha untuk menggunakan uang tabungannya.

Beruntung, hadirnya solusi pembiayaan pendidikan terjangkau dari Dana Cita memungkinkan Agrha untuk membayar biaya kursusnya dengan lebih ringan.

Hacktiv8 memang merupakan salah satu institusi pendidikan yang bekerja sama dengan Dana Cita. Proses pengajuan pinjaman Agrha pun langsung dibantu oleh Hacktiv8, di mana ia hanya perlu melakukan pembayaran kepada Dana Cita setiap bulan.

Dengan bantuan program pinjaman pendidikan tersebut, Agrha dapat menyelesaikan kursusnya dalam waktu kurang dari lima bulan dan langsung mendapat pekerjaan di sebuah perusahaan e-commerce bernama tokodistributor.com.

Belajar intensif demi berganti karier

Perjalanan Agrha dalam berganti karier tentu tidak instan. Tanpa pengalaman studi maupun pekerjaan di bidang IT, ia harus memiliki inisiatif tinggi serta belajar ekstra keras.

Setelah melalui proses seleksi yang meliputi tes logika dan interview, Agrha harus lulus Fase 0 terlebih dahulu. Di fase persiapan tersebut, ia wajib menghadiri kursus selama tiga kali seminggu, lalu mengikuti tes di minggu keenam. Hal itu menuntutnya untuk aktif belajar sendiri di luar kelas.

Memasuki Fase 1 alias Fase Immersive, proses pembelajaran di Hacktiv8 semakin intensif, di mana kegiatan belajar berlangsung penuh di dalam kelas dari hari Senin sampai Jumat.

Dimulai dengan briefing pada pukul 8 pagi, para siswa kemudian diberi materi sampai pukul 11 pagi. Pukul 2 sampai 3 sore ada materi tambahan, lalu dilanjutkan dengan sesi review untuk mengetahui progress dan kendala yang dihadapi siswa. Jika ada project yang belum selesai, mereka dapat melanjutkannya hingga malam hari.

Setelah melalui hari-hari yang cukup padat, Agrha berhasil menyelesaikan program tersebut sampai Fase 3, dan akhirnya lulus pada bulan Maret 2017.

Selain mendapat pelatihan dengan kurikulum dan teknologi terbaru, Aghra juga mendapat panduan karier dan disalurkan ke perusahaan-perusahaan rekanan Hacktiv8. Alhasil, hanya berselang empat hari sejak lulus ia sudah mulai bekerja di perusahaan tempat kerjanya saat ini.

Tak ada alasan untuk takut mencoba

Pengalaman Aghra yang sukses banting setir dari seorang wiraswasta menjadi Full-Stack Developer, membuktikan bahwa tak ada alasan untuk tidak mencoba hal baru.

“Awalnya saya juga takut pindah karier. Dari segi umur, takut kalah sama yang lain. Tetapi, kalau gak berani saya bisa ditelan zaman,” akunya.

Agrha menerangkan bahwa kenyataannya di lapangan kerja ada banyak lowongan di bidang IT atau programming, tapi sumber daya manusianya terbatas. Dengan kata lain, sebenarnya peluang karier di bidang teknologi masih sangat terbuka lebar.

Menurut Agrha, banyak recruiter yang bahkan tidak melihat gelar calon pekerja, selama mereka punya portofolio, sertifikasi, atau bahkan sekadar lolos ujian standardisasi perusahaan. Oleh sebab itu, program kursus atau sertifikasi dapat menjadi alternatif yang tepat untuk mereka yang ingin merintis karier di dunia IT, tapi tak punya pengalaman yang memadai.

Pengalaman, sertifikasi, dan networking bisa dibilang merupakan tiga modal penting untuk bersaing di dunia IT. Agrha sendiri saat ini tak hanya bekerja full-time di perusahaan e-commerce tersebut, tapi juga melakukan upaya-upaya di luar itu untuk menunjang kariernya.

“Saya harus terus banyak belajar karena background-nya bukan IT. Jadi, setelah dasar-dasar pemrograman sudah kuat, sekarang saya masih Ikut kursus online lagi,” ujar Agrha.

Selain mengambil kursus online, Agrha juga aktif memperluas networking-nya, baik sekadar berkumpul dengan komunitas programmer dan berdiskusi seputar dunia IT, ataupun menghadiri acara-acara yang dapat mempertemukannya dengan rekan-rekan seprofesi.

Acara Dana Cita Inspiring Forum, misalnya, menjadi wadah yang tepat untuk para anggota komunitas Dana Cita yang ingin mencari inspirasi, menambah wawasan, sekaligus menambah relasi, seperti Agrha.

Dari kenalannya Agrha kerap mendapatkan project sampingan yang tak hanya sukses mendatangkan penghasilan tambahan, tapi juga portofolio untuk bekal kemajuan kariernya di masa yang akan datang.

“Saran saya, jangan takut mencoba karena semua ada jalannya. Jangan takut ambil kesempatan dan jadi bagian dalam perubahan,” imbuhnya.

Leave A Comment

Share via