||Mahasiswa Aktivis Vs Mahasiswa Akademis

Mahasiswa Aktivis Vs Mahasiswa Akademis

Penulis: Ahmad Andriyanto – Ahmad merupakan salah satu Campus Ambassador Dana Cita dari Universitas Gadjah Mada (UGM). Banyaknya pengalaman yang dirasakan selama di UGM membuat mahasiswa Teknik Nuklir ini tertarik untuk mengulas perbedaan antara mahasiswa aktivis vs mahasiswa akademis.


Ketika memasuki dunia perkuliahan, sering kita mendengar perdebatan mengenai keuntungan menjadi mahasiswa aktivis dan mahasiswa akademis. Dari situ muncul berbagai julukan baru seperti mahasiswa “kura-kura” (kuliah-rapat-kuliah rapat), mahasiswa “kupu-kupu” (kuliah-pulang-kuliah-pulang), dan seterusnya. Anehnya, perdebatan ini datang baik dari kalangan mahasiswa aktivis ataupun mahasiswa akademis.

Apapun tipe mahasiswa yang kamu pilih, masing-masing mempunyai nilai positif dan negatifnya. Pada kesempatan ini, penulis akan mencoba mengurai manfaat menjadi mahasiswa aktivis maupun akademis.

Namun, sebelum itu kita perlu memahami bahwa tugas pokok seorang mahasiswa adalah menjadi pembawa pembaruan yang bermanfaat bagi masyarakat. Seorang mahasiswa semestinya tak hanya belajar di ruang kelas, tapi juga mampu menembus batas jendela-jendela kelas dan masuk ke dimensi lebih luas dari arti tanggung jawab sosialnya.

Betul memang, kita ada di kampus untuk melaksanakan tanggung jawab akademik sebagai prioritas utama, dan yang pasti semua setuju akan hal ini. Orangtua menitipkan kita ke kampus untuk menimba ilmu sebanyak-banyaknya sehingga apapun jalan yang kamu pilih nantinya, kamu harus bermanfaat bagi sekitar.

Lalu, sebenarnya apa sih definisi mahasiswa aktivis dan akademis?

Merujuk KBBI:

  1. Aktivis /ak·ti·vis/n 1 orang (terutama anggota organisasi politik, sosial, buruh, petani, pemuda, mahasiswa, wanita) yang bekerja aktif mendorong pelaksanaan sesuatu atau berbagai kegiatan dalam organisasinya; 2 Pol seseorang yang menggerakkan (demonstrasi dan sebagainya).
  2. /aka·de·mis//akadémis/ a 1 mengenai (berhubungan dengan) akademi: soal-soal –; 2 bersifat ilmiah; bersifat ilmu pengetahuan; bersifat teori, tanpa arti praktis yang langsung: pelajaran yang diberikan terlalu —

Dari definisi tersebut kita dapat memahami bahwa mahasiswa aktivis berkecimpung dalam organisasi sedangkan mahasiswa akademis berkecimpung dalam kegiatan akademik/ilmiah. Lalu, apa manfaat menjadi mahasiswa aktivis ataupun akademis?

Mahasiswa Aktivis

Ketika kita menjadi mahasiswa baru, seringkali kakak tingkat memberikan informasi mengenai open recruitment organisasi mereka. Kita pun lantas mempertanyakan manfaat ikut organisasi di kampus.

Mungkin muncul pikiran bahwa tugas kita sebagai mahasiswa ya kuliah saja; belajar, mengerjakan tugas, dapat IP yang bagus, terus cepat lulus. Ikut organisasi itu mengganggu jadwal kuliah, bahkan bisa-bisa IPK kita jelek dan lama lulusnya gara-gara mengurus organisasi.

Nah, mari kita bandingkan dengan manfaat yang didapatkan ketika menjadi mahasiswa aktivis.

1. Melatih kepemimpinan dan public speaking

Dengan mengikuti organisasi kampus, seorang mahasiswa aktivis biasanya akan memiliki sikap dan karakter yang lebih aktif dibanding mereka yang tidak ikut organisasi. Kita akan lebih banyak terlatih dalam mengutarakan pendapat di hadapan orang lain, ataupun menggerakkan dan mengarahkan teman-teman sesama anggota ketika organisasi sedang mengadakan suatu acara.

2. Belajar mengatur waktu

Dengan banyaknya kegiatan atau organisasi yang diikuti, mahasiswa aktivis akan dituntut untuk belajar mengatur waktu. Kita harus cermat dalam menggunakan setiap waktu agar keduanya perkuliahan maupun kegiatan organisasi dapat berjalan dengan lancar dan tidak ada yang terbengkalai. Pada mulanya kita mungkin akan kewalahan, tapi semakin lama kita akan terbiasa dan lebih mudah menempatkan setiap hal sesuai porsinya.

 3. Mengasah kemampuan sosial

Seseorang yang bergabung dalam organisasi biasanya secara sosial akan lebih aktif. Kita akan terlatih berinteraksi dengan berbagai macam tipe orang—bukan hanya teman-teman satu jurusan, tapi juga dari program studi lain. Hal itu tentu akan semakin memperluas pemahaman kita akan berbagai karakteristik orang. Manusia adalah individu yang unik. Jadi, semakin luas pergaulan kita, maka pemahaman kita akan manusia dapat semakin kaya.

 4. Problem solving dan manajemen konflik

Banyak berinteraksi dengan orang-orang yang memiliki beragam karakter membuat kita lebih memahami cara mengatasi suatu permasalahan. Kita jadi tahu bagaimana berhadapan dengan orang yang memiliki karakteristik A, B, C, dst.

5. Memperluas pergaulan dan jaringan

Dengan mengikuti organisasi dan kegiatan non-akademik lainnya, kita akan bertemu dengan orang baru dan mengenal lebih banyak orang. Kita pun memiliki lebih banyak teman. Selain itu, kita juga bisa bertemu dengan orang-orang penting melalui jejaring yang kita miliki.

Mahasiswa Akademis

Di antara tanggung jawab menjadi seorang mahasiswa adalah menyelesaikan kuliah dengan baik dan menuntaskan amanah yang diberikan oleh orangtua. Berangkat dari pola pikir ini, terkadang mahasiswa memilih fokus untuk menjalani sesi perkuliahan akademik saja. Meskipun demikian, ada juga beberapa manfaat menjadi mahasiswa akademis, lho!

1. Dikenal dosen

Kehadiran mahasiswa akademis dalam perkuliahan tak perlu diragukan lagi. Apalagi ia bisa fokus pada tanggung jawab akademiknya tanpa terganggu oleh kesibukan lain. Keaktifan dan prestasi di dalam kelas membuat tipe mahasiswa ini dikenal oleh para dosen.

2. Berpikir logis dan terstruktur

Pembelajaran di dalam kelas yang biasanya didominasi oleh teori membentuk cara berpikir seorang mahasiswa akademis. Mengingat ilmu yang diberikan sudah terstruktur dengan baik, maka kita pun dapat menyerap dan menerapkannya secara terstruktur.

3. Punya pengetahuan mendalam soal keilmuan yang ditekuni

Fokus pada kegiatan belajar di kelas memungkinkan kita untuk menguasai jurusan yang ditekuni dengan maksimal. Dengan begitu, kita bisa lulus dengan bekal pengetahuan yang mendalam soal bidang ilmu yang ditekuni.

4. Mendapatkan beasiswa prestasi akademik

Dengan prestasi akademik yang membanggakan, bukan tak mungkin kita mendapat kesempatan untuk menerima beasiswa—baik dari dalam maupun luar kampus. Peluang ini layak dimanfaatkan oleh mahasiswa akademis sehingga biaya kuliah yang dikeluarkan jadi lebih ringan.

Begitulah manfaat menjadi seorang mahasiswa akademis ataupun mahasiswa aktivis. Kalau kamu pilih yang mana?


Ahmad Andriyanto adalah seorang mahasiswa yang punya banyak kegiatan. Selain menyelesaikan studinya di Fakultas Teknik UGM, Ahmad juga tengah menjalankan beberapa project profesional, serta menjadi Campus Ambassador Dana Cita.

Leave A Comment

Share via