||Mengungkap Misteri Terbesar Setelah Lulus Kuliah: Bekerja atau Mengejar Beasiswa S2

Mengungkap Misteri Terbesar Setelah Lulus Kuliah: Bekerja atau Mengejar Beasiswa S2

2018-12-06T15:22:13+00:00News|0 Comments

Dalam rangka merangkul seluruh anggota komunitas dan anak-anak muda lainnya untuk tumbuh dan berkembang bersama, Dana Cita mengadakan Dana Cita Inspiring Forum edisi regional. Dengan mengangkat tema “The Biggest Mystery: Life After Graduation”, acara ini bertujuan mengungkap kehidupan para pelajar dan mahasiswa setelah lulus kuliah, baik yang ingin bekerja maupun mengejar beasiswa S2.

Selama bulan November dan Desember 2018, tim Dana Cita Inspiring Forum (DCIF) menyambangi empat kota besar. Dimulai dari Semarang sebagai kota pertama, kemudian dilanjutkan dengan Yogyakarta, Surabaya, dan Malang.

Sebagaimana DCIF sebelumnya, Dana Cita mendatangkan sosok-sosok inspiratif sebagai narasumber, yaitu Alfonsus Wibowo (Head of Marketing at Dana Cita), Rizqarossaa Darni, BA., MA. (Ex-Education Advisor Alumni Columbia University, penerima beasiswa BPI LPDP), dan Widya Imanesti (Head of People at Dana Cita).

Dana Cita | Bekerja atau Mengejar Beasiswa S2

Diskusi bersama tiga narasumber Dana Cita Inspiring Forum dipandu oleh Kak Serli sebagai moderator (photo by Dana Cita)

Ketiga narasumber DCIF regional ini memiliki latar belakang pendidikan dan profesi yang berbeda-beda. Namun, mereka mempunyai misi yang sama, yaitu memotivasi anak-anak muda untuk memaksimalkan potensi mereka demi menggapai kesuksesan di masa depan.

Lebih dekat dengan komunitas Dana Cita

Satu hal yang spesial dari DCIF kali ini adalah adanya program Community Meet Up yang berlangsung sebelum acara inti.

Community Meet Up adalah sebuah program eksklusif yang dipersiapkan khusus untuk komunitas Dana Cita, yang terdiri dari pengguna pinjaman pendidikan Dana Cita dan Campus Ambassador dari masing-masing kota.

Program ini merupakan wujud komitmen Dana Cita untuk mengembangkan diri para anggota komunitasnya. Namun, spesial dalam DCIF regional ini, Dana Cita juga mengundang 3 orang pemenang yang terpilih dari peserta tantangan berhadiah di Instagram Dana Cita.

Diadakannya program Community Meet Up dilatarbelakangi oleh kesadaran akan pentingnya membekali diri anak-anak muda, dengan keterampilan-keterampilan yang diperlukan dalam menghadapi Revolusi Industri 4.0. Materinya dibawakan oleh RizqaRossaa Darni—atau yang biasa disapa Kak Rossa—sebagai perwakilan dari Dana Cita.

“Revolusi Industri 4.0 adalah suatu periode di mana cara kerja manusia akan banyak melibatkan sistem automasi yang dihasilkan oleh kemajuan teknologi.”

Program Community Meet Up ini semakin menarik dengan adanya interaksi aktif antara tim Dana Cita dengan peserta. Agar pesannya tersampaikan dengan lebih baik, para peserta juga diajak melakukan role play bersama kelompoknya dengan tujuan untuk mengasah kemampuan problem solving setiap anggota.

Dana Cita | Bekerja atau Mengejar Beasiswa S2

Perwakilan Campus Ambassador Dana Cita dari UGM Yogyakarta (photo by Dana Cita)

Diskusi seputar kehidupan setelah kuliah

Keputusan untuk langsung melanjutkan studi atau mencari pengalaman kerja, sering kali menimbulkan kegalauan di antara para calon lulusan perguruan tinggi. Hal inilah yang berusaha dipecahkan dalam acara DCIF edisi regional.

Dengan dipandu oleh seorang moderator dari tim Dana Cita, diskusi inspiratif DCIF diawali dengan presentasi dari Kak Rossa yang banyak mengulas tentang pilihan untuk melanjutkan studi ke jenjang yang lebih tinggi, khususnya dengan program beasiswa.

Pilihan pertama: kuliah S2

Latar belakang pendidikan Kak Rossa di dua perguruan tinggi di Amerika Serikat seakan menjadi daya tarik tersendiri bagi para peserta. Terlebih lagi, ia menempuh S2-nya di sebuah institusi bergengsi, Columbia University, dengan beasiswa LPDP (Lembaga Pengelola Dana Pendidikan).

Dana Cita | Bekerja atau Mengejar Beasiswa S2

Kak Rossa, salah satu narasumber Dana Cita Inspiring Forum lulusan Columbia University (photo by Dana Cita)

Menurut perempuan yang menjabat sebagai Programs and Partnership Lead di Dana Cita ini, ada banyak opsi yang bisa dipilih selepas meninggalkan bangku kuliah. Ia sendiri berharap para peserta DCIF memilih antara melanjutkan studi, berwirausaha, atau bekerja di perusahaan.

Apabila seorang sarjana hendak mendaftar program S2, ia harus memahami program studi seperti apa yang akan diambil dan bukan sekadar mengikuti jurusan S1-nya—kecuali ia ingin menjadi pengajar atau spesialis di bidang tersebut.

Kak Rossa sendiri tak asal memilih jurusan International Education Development untuk S2-nya, melainkan ia menyesuaikan latar belakang sarjananya di bidang Hubungan Internasional dan pengalaman kerjanya selama tiga tahun sebagai education advisor di Kedutaan Amerika Serikat.

“Jangan pilih S2 hanya karena merasa susah cari kesempatan kerja. Kalau memang susah dapat pekerjaan, bukan lantas S2 jawabannya,” pesan Kak Rossa.

Kalaupun ingin langsung mengambil S2, Kak Rossa mengingatkan poin-poin penting yang perlu dipersiapkan sebelum mendaftar, serta tips khusus agar diterima di perguruan tinggi yang dituju, khususnya di luar negeri.

“Sekolah-sekolah seperti MBA (Master of Business Administration) atau MPA (Master of Public Administration) umumnya mensyaratkan pengalaman kerja setidaknya dua tahun,” imbuhnya.

Sebagai salah satu penerima beasiswa, Kak Rossa juga tak segan memberi “bocoran” persyaratan atau kriteria untuk menjadi penerima beasiswa LPDP, Fulbright/USAID, Chevening, dan juga Eiffel Scholarship.

Kak Rossa memang memilih jalan untuk mengejar gelar magisternya setelah tiga tahun bekerja. Meski demikian, ia ingin seluruh peserta tahu bahwa pada akhirnya mereka punya kesempatan yang sama untuk berhasil dengan pilihan kariernya masing-masing. Sebagaimana pesan yang selalu Kak Rossa ingat bahwa “the most important decision is based on your end goal.”

Pilihan kedua: bekerja

Berbeda dengan Kak Rossa, pembicara kedua DCIF regional, Kak Alfons, telah bekerja selama lebih dari 8 tahun dengan jenjang pendidikan terakhir S1 jurusan Teknologi Pangan.

Sebelum menjabat sebagai Head of Marketing di perusahaan fintech penyedia pinjaman pendidikan, Dana Cita, Kak Alfons telah melalui perjalanan karier yang cukup panjang dengan banyak pelajaran berharga yang ingin ia bagikan kepada para peserta DCIF.

Dana Cita | Bekerja atau Mengejar Beasiswa S2

Kak Alfons, Head of Marketing Dana Cita, membagikan tips berdasarkan perjalanan kariernya (photo by Dana Cita)

Mengenang masa-masa setelah lulus dari UNIKA Soegijapranata, keputusan Kak Alfons saat itu sudah jelas, ia ingin langsung bekerja—bukan mengambil S2, menjalankan usaha, apalagi mengambil gap year.

Komitmennya untuk mencari perusahaan di mana ia bisa tumbuh dan belajar banyak, ditambah idealisme yang kuat untuk bekerja sesuai jurusan kuliahnya, mendorong Kak Alfons untuk mengikuti program Management Trainee di PT Indofood, tepatnya di divisi Bogasari.

“Memilih pekerjaan pertama memang harus strategis, tapi pekerjaan pertama bukanlah pekerjaan yang menentukan kalian.”

Nah, ketika pekerjaan pertama sudah di tangan, lalu apa tahap selanjutnya?

Kak Alfons pun membagikan tips praktis yang bisa dijadikan pedoman oleh para calon pekerja.

Pertama, jadilah karyawan yang lebih unggul dari yang lain. Menurut Kak Alfons, caranya cukup sederhana, yaitu dengan menjadi orang yang tepat waktu, bersikap terbuka jika diberi kesempatan untuk berkembang, selalu berinovasi, serta menjadi orang yang dapat dipercaya.

Kedua, temukan “gift” atau talenta. Cara termudahnya adalah dengan bergabung dalam komunitas, cari mentor, lalu mintalah feedback. Dari situ kita bisa menemukan apa yang menjadi keunggulan kita.

Ketiga, avoid one mile wide, one deep inch. Jangan sampai dari luar tampaknya pengetahuan kita banyak, tapi tak ada isinya. Kak Alfons menyarankan untuk memilih satu hal yang paling kita sukai, kemudian kembangkan sampai kita menjadi ahli di bidang tersebut.

Yang terakhir—dan yang menjadi titik balik Kak Alfons sebelum memutuskan untuk meninggalkan kariernya yang sudah mapan untuk pindah ke Dana Cita—adalah, cari tahu apa yang
“mengganggu” kita. Bisa jadi dari situlah kita bisa menemukan tempat kerja yang terbaik.

Selama empat tahun terakhirnya di Bogasari dan mewawancara para fresh graduate, Kak Alfons menemukan banyak anak muda yang terpaksa mengubur cita-citanya untuk kuliah di jurusan atau perguruan tinggi yang diinginkan, karena tak adanya sumber daya finansial yang memadai.

Menyadari fakta tersebut, Kak Alfons akhirnya bergabung dengan Dana Cita agar ia bisa turut menghadirkan solusi biaya pendidikan bagi mereka yang punya potensi dan berani bermimpi.

Menutup sesi sharing-nya, Kak Alfons juga berpesan kepada para peserta DCIF bahwa apapun jalan yang mereka pilih setelah lulus kuliah nanti, “jalanilah dengan menjadi yang terbaik.”

Sebelum memutuskan antara kuliah S2 atau bekerja

Head of People Dana Cita, Widya Imanesti, mengakhiri acara DCIF ini dengan beberapa kesimpulan. Melalui pengalamannya selama 6 tahun di bidang human resources, perempuan lulusan Institut Teknologi Bandung yang akrab disapa Ines ini telah menjumpai banyak orang dengan beragam latar belakang.

Dana Cita | Bekerja atau Mengejar Beasiswa S2

Kak Ines menjelaskan tentang pilihan antara bekerja atau kuliah S2 dari sudut pandang HRD perusahaan (photo by Dana Cita)

Kak Ines menekankan bahwa apapun keputusan yang diambil oleh seorang lulusan perguruan tinggi—baik melanjutkan studi ke jenjang yang lebih tinggi maupun bekerja, keduanya memiliki poin positif maupun negatif.

Secara singkat, ada tiga cara yang harus dilakukan seseorang untuk menentukan jalan setelah lulus kuliah:

  • Lakukan riset

Jika ingin mengambil S2, pahami jurusan yang ingin diambil dan bagaimana jurusan tersebut bisa menunjang karier kita. Jika memutuskan untuk langsung bekerja, maka selain memahami pekerjaannya, kenali juga seluk beluk calon perusahaannya.

  • Sesuaikan dengan tujuan karier

Petakan tujuan yang ingin dicapai, kemudian renungkan, “Kalau saya ingin menjadi software engineer di perusahaan teknologi multinasional, apakah sebaiknya saya mengejar gelar S2 atau ambil sekolah coding dan mengumpulkan bukti sertifikasi?”

  • Kenali diri sendiri

Lakukan refleksi diri; seperti apa kepribadian kita, serta hal apa yang kita sukai dan tidak sukai. Cara yang disarankan untuk mengenali diri dan bidang pekerjaan yang cocok untuk kita adalah dengan menjalani internship alias kerja magang.

Tak lupa Kak Ines membawa kabar baik kepada para peserta, bahwa Dana Cita juga membuka kesempatan magang bagi mereka yang punya semangat tinggi untuk berkontribusi meningkatkan akses pendidikan di Indonesia, sambil mengembangkan potensinya di perusahaan startup, bersama orang-orang yang passionate dan kompeten di bidangnya.

Dana Cita | Bekerja atau Mengejar Beasiswa S2

Suasana Dana Cita Inspiring Forum: Chapter Malang (photo by Dana Cita)

Di akhir acara, para Campus Ambassador Dana Cita memperkenalkan diri masing-masing kepada sekitar 50 orang peserta yang hadir—yang kemudian dilanjutkan dengan presentasi mengenai Dana Cita dan program pinjaman pendidikannya oleh salah satu perwakilan mereka.

Dana Cita | Bekerja atau Mengejar Beasiswa S2

Beatrice, perwakilan Campus Ambassador UNDIP menjelaskan tentang program pinjaman pendidikan Dana Cita (photo by Dana Cita)

Perkenalan ini bertujuan agar para peserta mengetahui bagaimana Dana Cita bisa menjadi solusi untuk meringankan masalah biaya kuliah di Indonesia.

Memang, ada begitu banyak inspirasi yang dibagikan dalam acara DCIF regional ini. Para peserta pun diberi kesempatan untuk mengajukan pertanyaan dalam sesi tanya-jawab, dan bahkan bisa mengobrol secara lebih dekat dengan para narasumber setelah acara berakhir. Semuanya sesuai dengan tagline acara ini, yaitu “Sharing. Connecting. Inspiring.”

Dengan berakhirnya rangkaian acara Dana Cita Inspiring Forum “The Biggest Mystery: Life After Graduation”, kami semakin tidak sabar untuk kembali menyapa dan menginspirasi anak-anak muda di Indonesia dalam acara-acara spesial berikutnya. 🙂

 

Di bawah ini foto-foto tim Dana Cita bersama para peserta DCIF:

Dana Cita | Bekerja atau Mengejar Beasiswa S2

Dana Cita Inspiring Forum di Aston Hotel Semarang (photo by Dana Cita)

 

Dana Cita | Bekerja atau Mengejar Beasiswa S2

Dana Cita Inspiring Forum di Dixie Restaurant Yogyakarta (photo by Dana Cita)

 

Dana Cita | Bekerja atau Mengejar Beasiswa S2

Dana Cita Inspiring Forum di KORIDOR Coworking Space Surabaya (photo by Dana Cita)

 

Dana Cita | Bekerja atau Mengejar Beasiswa S2

Dana Cita Inspiring Forum di Teras Komika Malang (photo by Dana Cita)

 


Untuk mendapatkan informasi mengenai acara dan kegiatan terbaru Dana Cita, ikuti media sosial kami:

Facebook: Dana Cita

Twitter: @dana_cita

Instagram: @dana_cita

Leave A Comment

Share via