||Peningkatan Kapasitas Siswa SMK Sunan Ampel Gresik dalam Menghadapi Revolusi Industri 4.0

Peningkatan Kapasitas Siswa SMK Sunan Ampel Gresik dalam Menghadapi Revolusi Industri 4.0

2019-03-04T15:18:19+00:00News|0 Comments

Bertempat di aula SMK Sunan Ampel Gresik, pada 15 Januari 2019 diadakan sosialisasi dan diskusi yang mengangkat tema “Revolusi Industri 4.0 dan Pemanfaatannya”. Acara ini menjadi salah satu rangkaian kegiatan KKN BBM Angkatan-59 Universitas Airlangga di tahun 2019. Dengan menyasar siswa SMK kelas 12, diharapkan para siswa dapat mengetahui apa yang dimaksud dengan revolusi industri 4.0, tantangan apa yang mereka hadapi, dan apa yang harus mereka siapkan dalam menghadapi tantangan pasca sekolah dan beberapa tahun ke depan.

Acara dimulai dari pukul 10.30 WIB diawali dengan kata sambutan dari pihak sekolah, yang pada saat itu diwakilkan oleh Pak Agung sebagai Wakil Kepala Bidang Kesiswaan. Siswa yang menghadiri acara sosialisasi ini berjumlah 56 orang yang berasal dari tiga jurusan, yaitu jurusan Multimedia, Teknik Komputer dan Jaringan (TKJ), dan Teknik Kendaraan Ringan (TKR).

Acara selanjutnya langsung diisi oleh pemateri, yaitu Aldi Pratama Sembiring, salah satu peserta KKN BBM Angkatan-59 yang juga merupakan Campus Ambassador Dana Cita dari Universitas Airlangga. Sebelum materi diberikan, pemateri memberikan pre-test untuk para peserta guna mengetahui sejauh mana pengetahuan mereka mengenai revolusi industri 4.0 dan pemanfaatannya.

Dana Cita | meningkatkan kapasitas siswa

Aldi Pratama Sembiring sebagai pemateri Revolusi Industri 4.0 dan Pemanfaatannya (Photo by Campus Ambassador Universitas Airlangga)

Ada yang menarik dari hasil pre-test tersebut. Dari seluruh siswa yang hadir, tidak ada satu pun yang mengenal revolusi industri 4.0. Walaupun jika dianalisis lebih mendalam mereka telah memanfaatkannya dalam kehidupan sehari-hari, yang perlu digarisbawahi adalah minimnya pemanfaatan dalam bidang pendidikan, informasi, dan pengetahuan. Dengan kata lain, pemanfaatan yang dilakukan oleh siswa hanya sebatas pada bidang hiburan.

Melihat kondisi tersebut, perlu penjelasan mendasar terkait kondisi yang sedang dan akan mereka hadapi, tantangannya, dan apa yang harus mereka siapkan guna menghadapi revolusi industri 4.0.

Materi awal yang diberikan menyangkut bagaimana kondisi Indonesia di mana lulusan SMK menjadi penyumbang pengangguran tertinggi, dengan adanya bonus demografi yang mencapai puncaknya pada tahun 2020 sebagai pemantik akar permasalahan.

Materi selanjutnya adalah terkait skill dan kemampuan apa yang mereka butuhkan dalam menghadapi dan mengatasi masalah tersebut, yang kemudian disusul dengan upaya untuk mendapatkan dan menyiapkannya. Kemampuan tersebut bisa didapat melalui berbagai aplikasi maupun online course yang dikenalkan secara langsung ketika sosialiasi.

Selain itu, bagi para siswa yang ingin melanjutkan pendidikan tinggi, dikenalkan juga akses pembiayaan pendidikan melalui platform pinjaman pendidikan terjangkau. Platform yang dimaksud adalah Dana Cita, sebuah fintech P2P lending yang keberadaan dan kegiatannya telah diakui oleh Otoritas Jasa Keuangan.

Setelah materi diberikan, sesi selanjutnya adalah tanya jawab antara pemateri dan para siswa mengenai materi yang telah diberikan. Untuk menguji kemampuan dan penyerapan materi yang telah diberikan, dilakukan juga post-test. Hasilnya menunjukkan bahwa secara umum para siswa mengikuti dan memahami materi dengan baik dan mulai sadar akan tantangan yang dihadapi dan apa yang harus mereka siapkan.

Sebagai penutup, diadakan foto bersama para siswa, pemateri, pihak sekolah, dan mahasiswa yang melakukan kegiatan KKN.

Dana Cita | meningkatkan kapasitas siswa

Foto bersama peserta acara (Photo by Campus Ambassador Universitas Airlangga)

Leave A Comment

Share via