||Plus Minus Ikut Semester Pendek

Plus Minus Ikut Semester Pendek

2019-06-27T14:28:28+00:00Pengembangan Diri|0 Comments

Perlu atau tidaknya menjalani kuliah saat pergantian semesteratau yang dikenal sebagai semester pendekkerap membuat mahasiswa bingung. Agar dapat menentukan pilihan yang terbaik, ketahui dulu plus minus ikut semester pendek.

Semester pendek merupakan istilah yang perlu dipahami oleh mahasiswa ketika berada di bangku kuliah.

Sebutan semester pendek mengacu pada durasinya yang singkat. Kalau biasanya perkuliahan normal ditempuh dalam waktu sekitar enam bulan, semester pendek dapat dijalani selama dua bulan dan biasanya pada masa liburan.

Namun, mahasiswa tidak bisa sembarangan mengambil semester pendek. Pasalnya, setiap perguruan tinggi memiliki aturannya masing-masing terkait perkuliahan semester pendek. Maka dari itu, ketahui dulu seperti apa cara kerja dan plus minus ikut semester pendek di tempat kuliah kamu.

KEGUNAAN SEMESTER PENDEK

Sebelum menemukan jawaban perlu atau tidak ikut semester pendek, ketahui dulu kegunaan perkuliahan ini yang sesungguhnya. Umumnya, ada dua tujuan perguruan tinggi menggelar semester pendek.

1. Remedial atau perbaikan nilai

 

 

Banyak perguruan tinggi yang membuka kesempatan bagi mahasiswanya untuk memperbaiki nilai lewat semester pendek.

Semester pendek dapat diartikan sebagai kelas remedial atau pengulangan agar mahasiswa mendapat nilai yang lebih baik. Mahasiswa dapat mengambilnya kalau ingin memperbaiki nilai yang dirasa kurang atau sebagai kewajiban untuk memenuhi syarat lulus.

Dengan begitu, kemungkinan nilai yang diperoleh akan lebih baik sehingga Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) mahasiswa juga lebih tinggi.

Meski bisa menjadi kelas remedial, tidak semua mahasiswa dapat mengikuti semester pendek. Misalnya, yang diperbolehkan hanya mereka yang memiliki nilai mata kuliah di bawah C. Sedangkan yang nilainya B dan ingin memperbaikinya menjadi A, tidak boleh mengikuti semester pendek.

2. Akselerasi perkuliahan

 

 

Perguruan tinggi bisa juga menggelar semester pendek untuk memungkinkan mahasiswa mempercepat kelulusannya. Dalam hal ini, semester pendek dapat dipandang sebagai kelas akselerasi. Namun, tidak semua kampus menjalankan sistem tersebut.

Perguruan tinggi yang membuka kelas semester pendek untuk akselerasi biasanya menghadirkan beberapa mata kuliah yang seharusnya baru ada di semester berikutnya. Hal ini menjadi keuntungan tersendiri bagi mahasiswa yang ingin lulus lebih cepat.

Sebagai gambaran, setiap mahasiswa biasanya harus menyelesaikan 144 Satuan Kredit Semester (SKS) untuk lulus. Secara umum, SKS tersebut dapat diselesaikan dalam waktu sekitar empat tahun. Artinya, setiap semester mahasiswa akan menyelesaikan 18 SKSatau 36 SKS dalam setahun.

Nah, dengan mengikuti semester pendek, terdapat kesempatan bagi mahasiswa untuk mencapai 144 SKS tersebut dalam waktu yang lebih cepat.

Contohnya, jika kamu mengambil 6 SKS saat semester pendek, maka dalam setahun kamu bisa menyelesaikan 42 SKS. Dengan demikian, kamu bisa lulus hanya dalam waktu 3,5 tahun. Lebih cepat 6 bulan dibanding masa perkuliahan normal.

Sebagai kelas akselerasi, semester pendek mewajibkan kamu untuk punya prestasi yang baik. Perguruan tinggi sering mematok IPK minimal 3 sebagai syarat agar seorang mahasiswa bisa mengikuti semester pendek.

PLUS MINUS SEMESTER PENDEK

Gambaran tentang semester pendek sudah terbayang. Hal ini akan semakin memudahkan kamu untuk menentukan perlu atau tidaknya ikut semester pendek. Namun, sebelum mengambil keputusan final, ada baiknya ketahui dulu plus dan minusnya.

Perlu diingat, biasanya kampus mengenakan biaya tambahan bagi mahasiswa yang ingin mengikuti semester pendek. Faktor ini dapat menjadi pertimbangan sebelum menentukan apakah kamu akan mengambilnya atau tidak.

Semester pendek memang menawarkan sejumlah manfaat tertentu. Namun, ada pula risiko yang wajib diperhatikan.

Dari penjelasan sebelumnya sudah terlihat bahwa semester pendek bisa digunakan untuk memperbaiki nilai atau mempercepat kelulusan. Untuk remedial, semester pendek menawarkan kelebihan tersendiri.

Masa perkuliahan yang lebih pendek dari masa normal membuatnya dilakukan secara lebih intensif. Materi yang disampaikan lebih padat dan tugas yang diberikan tidak terlalu berat. Selain itu, syarat-syarat untuk mendapatkan nilai cenderung lebih disederhanakan.

Kemudahan ini sangat bermanfaat, tapi ada juga sisi negatifnya. Ada risiko mahasiswa jadi asal-asalan mengikuti perkuliahan tanpa menyerap materi yang disampaikan secara mendalam. Meski begitu, hal tersebut tentunya tergantung pada masing-masing mahasiswa.

Kelebihannya, semester pendek bisa menjadi cara mahasiswa untuk mengisi liburan semester dengan lebih positif. Mereka bisa terus belajar dibandingkan dengan tidak melakukan apa-apa selama liburan.

Akan tetapi, hal ini juga menghadirkan risiko kepenatan bagi mahasiswa. Mereka bisa jenuh terus menerus belajar sehingga kekurangan waktu istirahat. Kendati demikian, lagi-lagi dampak ini kembali lagi ke diri masing-masing.

Nah, setelah menyimak penjelasan di atas, apakah kamu sudah memutuskan akan ikut semester pendek?

Leave A Comment

Share via