||Tips Membagi Waktu antara Kuliah dan Organisasi

Tips Membagi Waktu antara Kuliah dan Organisasi

2019-07-22T15:38:29+00:00Pengembangan Diri|0 Comments

Sibuk kuliah bukan berarti tak bisa aktif berorganisasi dan mengikuti kegiatan ekstrakurikuler untuk mengembangkan diri. Keduanya dapat dijalankan oleh setiap mahasiswa asal pandai membagi waktu antara kuliah dan kegiatan lain.

Umumnya, organisasi dan kegiatan kemahasiswaan dilakukan setelah kelas atau perkuliahan selesai. Rentang waktunya dapat berlangsung dari siang hingga malam hari. Kegiatan ini juga dapat disesuaikan dengan perkuliahan, karena bagaimana pun kuliah tetap merupakan prioritas utama sebagai mahasiswa.

Kamu dapat mengikuti satu atau bahkan lebih kegiatan dengan membagi waktu secara tepat. Ada waktu untuk berkuliah, mengerjakan tugas, mengikuti rapat organisasi, beristirahat, dan refreshing atau mencari hiburan agar tidak stres.

Berikut tips membagi waktu dengan baik antara kuliah dan organisasi mahasiswa yang dapat diterapkan selama berkuliah.

1. Membuat jadwal

Sebelum membagi waktu, penting untuk membuat dan merinci setiap kegiatan yang dilakukan selama berkuliah. Susunlah jadwal seluruh kegiatanmu pada sebuah buku agenda, sticky note, atau cukup di kalender yang ditempel di kamar.

Pilihan lain dalam membuat jadwal adalah memasukkan di kalender handphone—lengkap dengan pengingatnya dan juga aplikasi schedule yang banyak tersedia secara gratis.

Kamu dapat membuat jadwal kelas atau perkuliahan, pertemuan organisasi, kegiatan ekstrakurikuler, dan kegiatan lainnya yang sudah memiliki jadwal pasti.
Buatlah jadwal per minggu, bulan, atau bahkan per semester. Jadwal ini penting karena jika hanya mengandalkan ingatan akan rawan lupa. Dengan begitu, kamu dapat memastikan tak ada kegiatan penting yang terlewatkan. Jadwal ini juga dapat menghindari kegiatan yang bentrok karena berlangsung dalam waktu yang sama.

2. Membuat to-do list

To-do list adalah skala yang lebih kecil dari jadwal. To-do list merupakan daftar pekerjaan yang memiliki deadline terdekat atau akan dilakukan dalam waktu dekat, misalnya satu hari atau satu minggu. Pekerjaan yang sudah diselesaikan dapat ditandai atau dicoret.

Membuat to-do list dapat memudahkan kamu dalam membagi waktu. Daftar ini juga bisa menjadi pengingatmu terhadap pekerjaan yang belum diselesaikan.

To-do list harian dapat dibuat dengan merinci kegiatan yang akan kamu lakukan di hari itu. Misalnya:
– Menyelesaikan tugas kuliah
Print tugas
– Ketemu dosen
– Menulis blog

3. Skala prioritas

Jika kamu memiliki banyak pekerjaan atau kegiatan yang harus dilakukan di perkuliahan maupun organisasi, penting untuk menentukan skala prioritas agar bisa membagi waktu dengan baik. Dengan membagi pekerjaan berdasarkan skala prioritas, kamu dapat menentukan kegiatan yang harus dilakukan terlebih dahulu atau ditunda.

Skala prioritas ditentukan dengan mengklasifikasikan kegiatan berdasarkan tingkat kepentingan atau urgensi. Kegiatan yang penting dan mendesak mesti dikerjakan paling pertama. Kegiatan yang kurang penting, tapi mendesak bisa dilakukan setelahnya.

Kegiatan yang penting, tapi tidak mendesak bisa ditunda sesaat. Kegiatan yang tidak penting dan tidak mendesak dapat ditunda atau bahkan ditinggalkan.

Misalnya, tugas kuliah yang harus dikumpulkan besok masuk dalam kategori penting dan mendesak sehingga harus dilakukan segera. Tugas organisasi yang mempunyai deadline minggu depan masuk dalam kategori penting, tapi tidak mendesak, yang artinya dapat ditunda sampai kamu menyelesaikan tugas kuliah.

4. Kerjakan di awal

Ada baiknya mengerjakan setiap pekerjaan sesaat setelah mendapatkannya. Misalnya, langsung mengerjakan tugas kuliah setelah diberikan oleh dosen atau mengerjakan kegiatan organisasi setelah rapat atau pertemuan.

Jangan biasakan menunda-nunda pekerjaan karena merasa masih banyak waktu yang tersisa. Padahal, tanpa disadari hanya sedikit waktu yang tersisa untuk kamu menyelesaikannya. Jangan pula menjadi seorang deadliner karena berpotensi membuat pekerjaan selesai dengan tidak maksimal.

Kerjakanlah setiap pekerjaan satu per satu agar dapat fokus dan tidak tercampur dengan pekerjaan lain.

5. Disiplin

Disiplin lah dengan kegiatan dan pekerjaan yang dilakukan. Patuhi setiap jadwal dan to-do list yang sudah dibuat secara terus menerus. Biasakan diri untuk menjadi disiplin agar lama-lama dapat terbiasa membagi waktu dengan baik.

Selain itu, beranikan diri untuk berkata tidak pada ajakan teman atau godaan bersenang-senang yang kira-kira dapat mengganggu kegiatan lain. Beranikan pula untuk berkata tidak jika memang tidak sanggup mengerjakan pekerjaan tambahan seperti dari organisasi.

Daripada hasilnya tidak maksimal atau mengorbankan hal lain yang menjadi prioritas, tak ada salahnya menolak ajakan atau pekerjaan dengan cara yang baik dan sopan.

Leave A Comment

Share via