||5 Solusi Masalah Biaya Kuliah di Indonesia

5 Solusi Masalah Biaya Kuliah di Indonesia

2019-06-27T15:24:01+00:00Persiapan Kuliah|0 Comments

Dalam rangka menciptakan sebuah bangsa yang maju, setiap negara sangat bergantung pada kualitas masyarakatnya. Pendidikan pun lantas menjadi salah satu fondasi utama pengembangan sumber daya manusia (SDM), sekaligus sebuah bentuk investasi jangka panjang yang sudah semestinya menjadi hak setiap anggota masyarakat. Sayangnya, harapan tersebut sering kali terkendala satu masalah, yaitu biaya. Hal ini diperkuat dengan data Badan Pusat Statistik (BPS) yang menyoroti biaya kuliah sebagai penyumbang inflasi terbesar di Indonesia.

Menurut hasil survei HSBC yang dilansir oleh CNBC Indonesia, Indonesia berada di urutan ke-13 negara dengan biaya pendidikan termahal. Tak heran kalau Angka Partisipasi Kasar (APK) perguruan tinggi di Indonesia hanya berada di angka 31%. Itu artinya, nyaris 70% penduduk Indonesia yang harusnya sedang duduk di bangku perguruan tinggi, tidak berkuliah karena berbagai alasan—salah satunya persoalan biaya. Padahal, mereka mungkin punya potensi dan kemampuan yang layak untuk dikembangkan di jenjang pendidikan yang lebih tinggi. Sayang sekali, bukan?

Nah, tahukah kamu kalau sebenarnya ada banyak cara yang bisa dilakukan agar seseorang tak perlu mengubur mimpinya untuk berkuliah. Berikut ini lima solusi masalah biaya kuliah untuk para mahasiswa dan calon mahasiswa di Indonesia:   

  1. Beasiswa

Belajar di perguruan tinggi dengan beasiswa tentu akan sangat meringankan beban finansial. Bagaimana tidak? Orangtuamu tak perlu pusing mencari dana untuk melunasi uang pangkal, uang kuliah per semester—yang biasa dikenal dengan sebutan UKT (Uang Kuliah Tunggal) atau SPP (Sumbangan Pembinaan Pendidikan), dan komponen biaya kuliah lainnya. Sementara itu, kamu pun hanya perlu fokus menyelesaikan tugas-tugas perkuliahan sebagaimana kewajibanmu sebagai seorang mahasiswa.

Di Indonesia sendiri ada sejumlah program beasiswa yang bisa jadi pilihan. Beberapa yang cukup populer antara lain, Beasiswa Astra, Beasiswa BCA Finance, Djarum Beasiswa Plus, Beasiswa Bidikmisi, serta program-program lain yang merupakan hasil kerja sama pihak perguruan tinggi dengan sejumlah lembaga penyedia beasiswa. Tak hanya Perguruan Tinggi Negeri (PTN) saja, sejumlah Perguruan Tinggi Swasta (PTS) juga mempunyai program beasiswanya sendiri, seperti Universitas Bakrie, Universitas Multimedia Nusantara, President University, dan masih banyak lagi.

Setiap instansi atau lembaga ini tentunya menetapkan target penerima beasiswa dan persyaratan yang berbeda-beda. Nah, tugas kamu adalah aktif mencari informasi tentang masing-masing program untuk menentukan mana yang paling sesuai dengan kondisi dan kebutuhan kamu.

  1. Kredit Tanpa Agunan (KTA)

Di antara seluruh produk keuangan yang ditawarkan oleh lembaga perbankan di Indonesia, Kredit Tanpa Agunan (KTA) adalah salah satu yang bisa dimanfaatkan sebagai solusi masalah biaya kuliah. Sesuai namanya, produk KTA tidak mengharuskan pemohon atau calon peminjam untuk menyerahkan harta miliknya sebagai jaminan. Hanya saja untuk memastikan kelancaran proses pengembalian, umumnya pihak bank akan mensyaratkan batas maksimum total pinjaman, serta penghasilan minimum per bulan.

Mengingat pemohon harus bisa membuktikan penghasilan bulanannya, maka calon mahasiswa yang ingin mencari pinjaman uang kuliah melalui program KTA memiliki dua pilihan; mereka harus sudah bekerja dan berpenghasilan atau mengajukan lewat orangtua atau anggota keluarga lainnya.

Dalam menentukan pinjaman lembaga perbankan mana yang paling menguntungkan, kamu perlu memperhatikan beberapa poin, seperti suku bunga dan biaya-biaya tambahan lainnya. Perlu diperhatikan juga bahwa beberapa bank penyedia KTA menjadikan kepemilikan kartu kredit sebagai salah satu syarat pengajuan pinjaman KTA. Dengan begitu, pihak bank dapat mengevaluasi kemampuan pembayaran kredit calon peminjam, sebelum memutuskan untuk menyetujui permohonan tersebut.

  1. Program cicilan perguruan tinggi

Selain lewat beasiswa dan KTA, sejumlah perguruan tinggi juga menawarkan skema pembayaran cicilan untuk para mahasiswa. Umumnya, opsi ini disediakan oleh PTS dengan menggunakan fasilitas kartu kredit sejumlah bank rekanan, atau bisa juga diangsur langsung ke pihak perguruan tinggi.

Penting pula untuk diketahui bahwa sering kali PTS-PTS tersebut memiliki program early bird, yaitu gelombang pendaftaran calon mahasiswa dan ujian saringan masuk yang lebih awal. Biasanya biaya kuliah yang dikenakan pada mahasiswa yang diterima lewat program ini juga lebih rendah. Jika fasilitas-fasilitas tersebut kamu manfaatkan dengan baik, otomatis biaya kuliah yang kamu keluarkan jadi lebih hemat. Kuncinya adalah kamu harus giat mencari informasi dari jauh-jauh hari agar tidak melewatkan penawaran spesial yang ditawarkan perguruan tinggi yang kamu tuju.

  1. Pinjaman perusahaan fintech

Serupa dengan perbankan, perusahaan teknologi keuangan alias fintech juga mengeluarkan program pinjaman pendidikan. Dengan menggunakan metode P2P (peer-to-peer) lendingyang mana mempertemukan peminjam dan pemberi pinjaman melalui medium online, perusahaan fintech berupaya menangani masalah biaya kuliah yang selama ini dianggap mempersulit upaya masyarakat untuk meraih pendidikan tinggi.

Layanan pinjaman pendidikan yang ditawarkan perusahaan fintech P2P lending, dirancang sedemikian rupa agar mampu menjangkau setiap mahasiswa atau calon mahasiswa di seluruh Indonesia. Tanpa perlu melakukan pertemuan tatap muka dengan penyedia pinjaman, mereka bisa meminjam biaya kuliah secara online kapan saja dan di mana saja.

Walaupun segala kemudahan ini terdengar sangat menguntungkan, calon peminjam diharapkan tetap kritis dalam menentukan perusahaan fintech P2P lending yang akan mereka pilih—salah satunya perusahaan tersebut harus terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Dana Cita, startup P2P lending yang diawasi oleh OJK, sangat memahami kebutuhan Indonesia akan tenaga ahli yang berpendidikan tinggi. Oleh karena itu, Dana Cita hadir membawa solusi pinjaman pendidikan terjangkau, dengan harapan agar setiap masyarakat bisa menikmati haknya untuk berkuliah.

  1. Kuliah sambil kerja

Alternatif lain pembiayaan pendidikan tinggi adalah dengan menjalani kuliah sambil bekerja. Walaupun menuntut usaha yang ekstra, cara ini sebenarnya memberikan banyak keuntungan. Selain meringankan beban kamu dan orangtua dengan biaya kuliah yang tidak sedikit, kamu juga berkesempatan untuk belajar menjadi seorang pekerja profesional, lebih dulu dari rekan-rekan seangkatanmu.

Baik PTN maupun PTS biasanya membuka kelas karyawan sebagai kesempatan bagi mahasiswa yang ingin kuliah sambil bekerja. Idealnya, ada dua pilihan jadwal kuliah, yaitu pada hari kerja (malam hari) dan akhir pekan (full day). Nah, sebelum memutuskan mana yang paling cocok, ada baiknya pertimbangkan dulu perguruan tinggi dan program studi yang kamu inginkan, perhitungan uang kuliah dan pendapatan bulanan kamu, serta lokasi kampus dan tempat kerjamu.

Keputusan untuk kuliah sambil bekerja tentu saja bukan tanpa tantangan. Apalagi kamu harus pandai membagi waktu, tenaga, dan pikiran. Kendati demikian, selama punya tekad dan semangat belajar yang kuat, serta kemampuan time management dan energy management yang baik—seperti perkataan Mbak Enny dalam event Dana Cita Inspiring Forum yang lalu—harusnya kamu sanggup menjalani keduanya secara maksimal.

Biaya yang tinggi tidak semestinya menghentikan kamu untuk meraih mimpi. Jangan sampai kamu terpaksa mengambil gap year atau cuti kuliah, masuk perguruan tinggi atau jurusan yang sebenarnya tidak kamu inginkan, bahkan memutuskan untuk tidak kuliah sama sekali lantaran biaya. Semua pasti ada jalan keluarnya. Yang pasti, apapun solusi yang kamu pilih, yang juga tak kalah penting adalah komitmen kamu untuk memenuhi tanggung jawab sebagai seorang mahasiswa.

Leave A Comment

Share via