||Mengenal Akreditasi Perguruan Tinggi di Indonesia

Mengenal Akreditasi Perguruan Tinggi di Indonesia

2019-07-03T13:36:25+00:00Persiapan Kuliah|0 Comments

Memilih perguruan tinggi tidak boleh sembarangan. Apa yang kita pilih sekarang akan menentukan keberhasilan kita di masa yang akan datang. Agar mendapatkan yang terbaik, sebaiknya setiap calon mahasiswa mencari tahu terlebih dulu peringkat akreditasi perguruan tinggi yang dituju agar mendapatkan pendidikan yang bermutu.

Kualitas pendidikan, fasilitas yang memadai, serta ragam kegiatan yang dilaksanakan di kampus wajib menjadi perhatian. Perkuliahan akan lebih maksimal jika seluruh aspek tersebut sesuai dengan standar yang ditetapkan.

Oleh karena itu, calon mahasiswa perlu tahu tentang akreditasi calon perguruan tingginya.

Apa itu akreditasi perguruan tinggi?

Sebelum menentukan pilihan perguruan tinggi, calon mahasiswa harus paham tentang akreditasi perguruan tinggi. Secara garis besar, akreditasi adalah bentuk sistem penjaminan mutu eksternal perguruan tinggi. Dengan kata lain, akreditasi merupakan  pengakuan atas suatu lembaga pendidikan yang menjamin standar minimal, sehingga lulusannya memenuhi kualifikasi untuk melanjutkan pendidikan ke tingkat yang lebih tinggi, memasuki pendidikan spesialisasi, atau menjalankan praktik profesi.

Dengan demikian, akreditasi menjadi bukti atas mutu perguruan tinggi tersebut. Memiliki akreditasi berarti institusi tersebut memenuhi standar yang ditetapkan sehingga lulusannya dijamin sesuai kualifikasi.

Siapa yang harus mendapat akreditasi?

Akreditasi bagi sebuah perguruan tinggi adalah keharusan. Pada awalnya, sistem akreditasi hanya diterapkan ke Perguruan Tinggi Swasta (PTS). Namun, sejak 1994, akreditasi juga harus dilakukan oleh Perguruan Tinggi Negeri (PTN). 

Kini, dalam perkembangannya, akreditasi diterapkan pula untuk berbagai pihak seperti Perguruan Tinggi Agama (PTA), Perguruan Tinggi Kedinasan (PTK), program pendidikan jarak jauh, serta program-program kerja sama dengan institusi pendidikan tinggi di dalam negeri yang ditawarkan oleh institusi pendidikan tinggi dari luar.

Dalam melakukan akreditasi, pemerintah membentuk Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN PT). Merekalah yang melaksanakan pengawasan mutu dan efisiensi pendidikan tinggi.

Selanjutnya, pihak yang harus mendapat akreditasi perguruan tinggi ada dua, yakni lembaga perguruan tinggi serta program studi. Keduanya harus menjalani serangkaian proses supaya mendapatkan penilaian akreditasi dari BAN-PT.

Kegunaan akreditasi BAN-PT

Akreditasi memiliki kegunaan dan manfaat yang besar. Bagi pihak internal perguruan tinggi, akreditasi bermanfaat sebagai sarana menginformasikan kinerjanya kepada masyarakat. Selain itu, hasil penilaiannya juga menjadi sarana evaluasi untuk terus meningkatkan kinerja.

Bagi pihak luar perguruan tinggi seperti calon mahasiswa, akreditasi bermanfaat sebagai acuan untuk menilai kualitas perguruan tinggi. Mutu perguruan tinggi dan program studinya akan tergambar dari level akreditasi yang diperoleh. 

Saat ini, BAN-PT membagi tingkat akreditasi menjadi empat level. Peringkat didapatkan setelah dilakukan evaluasi dalam tiga aspek, yakni mutu dengan bobot 50% dari penilaian, efisiensi (25%), dan relevansi (25%). 

Sesudah melalui penghitungan semua nilai kriteria, akan diperoleh peringkat akreditasi perguruan tinggi sebagai berikut:

  • Nilai 0-400 akan mendapat peringkat akreditasi NA.
  • Nilai 401-500 akan mendapat peringkat akreditasi C.
  • Nilai 501-600 akan mendapat peringkat akreditasi B.
  • Nilai 601-700 akan mendapat peringkat akreditasi A.

Perguruan tinggi yang memperoleh skor akreditasi 400 dan di bawahnya berarti tidak mendapatkan akreditasi. Sebaliknya, semakin tinggi skor yang didapat, maka semakin baik tingkat akreditasinya, yang berarti mutu pendidikan pun lebih terjamin.

Leave A Comment

Share via