||Tips Kuliah S2 dengan Biaya Sendiri

Tips Kuliah S2 dengan Biaya Sendiri

2019-07-17T13:14:38+00:00Persiapan Kuliah|0 Comments

Melanjutkan pendidikan ke program pascasarjana atau S2 dapat memperdalam pemahaman dan meningkatkan kemampuan akan suatu bidang ilmu maupun pekerjaan. Untuk menempuh kuliah lanjutan ini, tentunya diperlukan sejumlah biaya.

Pemerintah dan sejumlah institusi memang menyediakan beasiswa untuk kuliah S2. Namun, jumlahnya terbatas dan mesti bersaing dengan ribuan orang lainnya untuk mendapatkannya.

Melanjutkan kuliah S2 dengan biaya sendiri bukanlah mitos belaka, melainkan dapat diwujudkan. Melanjutkan kuliah S2 dengan biaya sendiri membutuhkan perhitungan yang matang dan tekad yang kuat.

Berikut tips yang dapat dilakukan untuk melanjutkan kuliah S2 dengan biaya sendiri.

Hitung biaya

Pertama sekali yang mesti dilakukan adalah memilih jurusan dan kampus yang dituju. Setelah mendapatkan pilihan, kamu mesti menghitung semua dana yang diperlukan untuk kuliah S2. Biaya ini meliputi uang perkuliahan dan biaya hidup.

Uang perkuliahan meliputi kebutuhan untuk perkuliahan seperti uang masuk dan uang semester. Selain itu, uang yang berhubungan dengan kegiatan akademis seperti uang buku atau materi perkuliahan, tugas, dan lain sebagainya juga mesti dihitung.

Biaya hidup atau akomodasi meliputi dana yang dikeluarkan untuk sewa rumah, transportasi, dan makan selama menempuh perkuliahan.

Biaya ini mesti diperhitungkan dengan rinci agar tak ada yang terlewat. Dengan perhitungan biaya yang matang, kamu dapat mengetahui besaran biaya yang dibutuhkan dan memudahkan dalam mengumpulkan dana.

Bekerja terlebih dahulu

Setelah mengetahui besaran dana yang dibutuhkan selama menempuh perkuliahan, kamu dapat memulai proses pengumpulan dana. Biaya kuliah S2 dapat dikumpulkan dengan bekerja terlebih dahulu.

Dari hasil bekerja, dapat disisihkan sejumlah uang untuk memenuhi kebutuhan biaya kuliah S2. Kamu dapat menargetkan besaran biaya yang terkumpul dalam tiap bulannya atau per tahun. Uang yang didapat bisa ditabung hingga cukup untuk memenuhi kebutuhan kuliah S2. Tersedia pilihan tabungan pendidikan di banyak bank yang dapat digunakan.

Reksa dana dan deposito 

Selain ditabung secara konvesional, uang yang kamu kumpulkan juga bisa ditabung dalam bentuk reksa dana, deposito, atau instrumen investasi lainnya. Jenis investasi ini memiliki jangka waktu tertentu yang dapat disesuaikan dengan target untuk melanjutkan kuliah S2.

Selain menabung, instrumen investasi juga memungkinkan nilai uang kamu bertambah selama waktu yang ditentukan tersebut. Deposito misalnya memungkinkan kamu untuk mendapatkan bunga mulai dari 6% per tahun.

Pinjaman uang

Biaya kuliah S2 juga bisa didapatkan dengan meminjam uang. Meminjam uang bisa dilakukan kepada orangtua atau orang terdekat lainnya. Ada pula program Kredit Tanpa Agunan (KTA) yang dapat digunakan.

Meminjam uang juga bisa dilakukan melalui Dana Cita, perusahaan fintech P2P lending yang terdaftar dan diawasi oleh OJK. Dana Cita menyediakan pembiayaan khusus dana pendidikan bagi pelajar, mahasiswa, maupun tenaga profesional untuk menempuh studi di lembaga pendidikan tinggi.

Kuliah sambil kerja

Biaya kuliah S2 juga bisa didapatkan dengan berkuliah sambil kerja. Cara ini dapat memastikan penghasilan tetap akan ada selama menempuh perkuliahan. Namun, itu artinya diperlukan fokus yang lebih, yakni fokus terhadap perkuliahan sekaligus pekerjaan.

Kamu dapat memilih pekerjaan dan jam perkuliahan yang tidak mengganggu satu sama lain atau mengambil kuliah kelas karyawan. Bekerja paruh waktu juga bisa menjadi pilihan karena tidak memiliki keterikatan dan lebih fleksibel.

Hidup hemat

Untuk menempuh kuliah S2 dengan biaya sendiri, gaya hidup hemat dan tidak boros mesti diterapkan. Ingatlah, kuliah S2 membutuhkan sejumlah dana sehingga niatan untuk berfoya-foya mungkin harus ditinggalkan terlebih dahulu.

Utamakanlah menabung atau memenuhi kebutuhan biaya untuk kuliah S2.

Leave A Comment

Share via