||4 Tahap Memaksimalkan Status Mahasiswa

4 Tahap Memaksimalkan Status Mahasiswa

Penulis: Aldi Pratama Sembiring  Perjalanan Aldi untuk bisa berkuliah di jurusan impiannya, yaitu Ekonomi Pembangunan, tidaklah instan. Ia pun berkomitmen untuk memaksimalkan status mahasiswa yang disandangnya selama empat tahun berturut-turut.


“Manfaatkan status mahasiswa selagi bisa.”

“Di kampus masih megang jabatan organisasi nih.”

“Status mahasiswa bisa bikin keliling dunia gratis, lho.”

Kalimat di atas sering terdengar tatkala status akademis seseorang masuk pada tingkatan teratas atau yang sering disebut mahasiswa.

Berstatus sebagai mahasiswa seakan memberikan kemewahan tersendiri, khususnya di Indonesia. Bagaimana tidak, hanya 10% penduduk usia produktif yang mengenyam gelar pendidikan tinggi di negeri ini.

Angka itu pun menjadi sangat eksklusif. Dengan kata lain, hanya 1 dari 10 orang berusia produktif yang merasakan pahit manisnya dunia perkuliahan. Eksklusivitas itu harusnya menjadi pemacu bagi individu yang merasakan untuk terus berproses.

Waktu studi 4 tahun menjadi masa yang sangat krusial untuk dimanfaatkan semaksimal mungkin. Setidaknya seorang mahasiswa tidak merasakan lebih banyak pahit daripada manisnya dunia perkuliahan.

Sangat banyak organisasi, kegiatan, maupun komunitas yang tumbuh di lingkungan kampus bak jamur di musim hujan. Arah langkah ke depan dan pembentukan diri serta karakter seorang mahasiswa sangat ditentukan oleh pilihan organisasi, kegiatan, maupun komunitas.

Untuk tujuan tersebut, perlu adanya time management dan upaya untuk memaksimalkan status mahasiswa. Time management yang dimaksud di sini adalah rencana aktivitas yang akan dilakukan ketika berstatus mahasiswa.

Sebagai mahasiswa tingkat akhir, saya akan sedikit berbagi bagaimana saya memanfaatkan status mahasiswa selama di kampus.

Tahun pertama

Sehebat apapun seorang mahasiswa, tahun pertama adalah tahunnya beradaptasi. Mulai dari adaptasi sistem belajar, lingkungan, pertemanan sampai percintaan.

Sambil menyelam minum air.

Agar tidak hanya kuliah-pulang kuliah-pulang, tahun pertama adalah waktunya masuk ke organisasi internal maupun eksternal kampus untuk merintis karier organisasi. Sebab, organisasi merupakan wadah yang sangat penting bagi mahasiswa baru untuk mengembangkan diri.

Tahun kedua

Setelah mengerti bagaimana kejamnya dunia kampus, tahun kedua adalah waktunya untuk mengeksplorasi lebih dalam passion yang dimiliki.

Saya dan beberapa teman yang saya temui mulai merintis usaha, serta mengikuti lomba-lomba dan conference di tahun ini.

Selain itu, bagi golongan organisatoris, tahun kedua menjadi waktu bagi mereka untuk menduduki “kasta” tertinggi organisasi. Sebut saja sebagai ketua, sekretaris sampai ketua divisi.

Tahun ketiga

Memasuki tahun ketiga, bekal ilmu dan pengalaman sudah mulai terasah. Tahun ini adalah waktunya untuk scale up dari segala lini yang pernah dijalankan. Misalnya, ekspansi bisnis atau mengikuti lomba dan conference di tingkat yang lebih tinggi dan lebih berkualitas.

Khusus bagi golongan organisatoris, tahun ketiga adalah waktunya mendirikan organisasi yang sesuai dengan ideologi dan keresahan yang dimiliki. Hal tersebut mengingat pengalaman yang dikumpulkan selama beberapa tahun terakhir sudah cukup matang.

Tahun keempat

Tidak terasa sudah di ujung jalan menuju persimpangan jalan lain yang lebih besar. Di sini mahasiswa memasuki masa di mana tuntutan datang dari berbagai arah.

Perasaan segan untuk meminta uang kepada orang tua sudah mulai dirasakan, tetapi jika tidak meminta bisa-bisa tidak makan.

Tahun ini rasanya mahasiswa tidak perlu mengambil banyak agenda lagi. Lulus tepat waktu menjadi tujuan utama yang harus dicapai.

Untuk itu, tahun keempat hanya difokuskan untuk penguatan materi perkuliahan guna menyelesaikan tugas akhir, menamatkan status mahasiswa, dan sebagai bekal memasuki dunia kerja.

Keempat tahap tersebut merupakan gambaran umum hal-hal yang saya lakukan selama jadi mahasiswa. Cara setiap orang mungkin berbeda-beda. Namun, setidaknya sampai sekarang saya masih merasakan lebih banyak manis daripada pahitnya menyandang status mahasiswa.

Semoga tulisan ini dapat membantu siapa pun yang membacanya.


Aldi adalah salah satu Campus Ambassador Dana Cita dari Universitas Airlangga. Di segmen #CeritaKomunitas, mahasiswa jurusan Ekonomi Pembangunan yang aktif berorganisasi ini pernah menceritakan pengalamannya mengikuti SNMPTN dan SBMPTN.

Leave A Comment

Share via