||Apa Pentingnya Organisasi bagi Mahasiswa?

Apa Pentingnya Organisasi bagi Mahasiswa?

Penulis: Ivan Desian Kaulika – Di tahun keduanya sebagai mahasiswa ITB, Ivan telah mengikuti beberapa UKM dan kepanitiaan acara. Banyaknya manfaat yang ia rasakan dengan mengikuti organisasi mahasiswa ia bagikan kepada para pembaca blog Dana Cita.


Sebagai seorang mahasiswa, sudah seharusnya kita memenuhi kewajiban untuk belajar dan mengejar IPK setinggi mungkin. Namun, bila yang kita lakukan hanyalah belajar, tentu ada sesuatu yang kurang. Apalagi ketika melihat teman-teman kita berhasil memenangkan perlombaan atau aktif mengikuti kepanitiaan acara yang diadakan organisasi.

Mungkin kamu pernah mendengar istilah “mahasiswa kupu-kupu”. Julukan tersebut kerap ditujukan untuk mahasiswa yang datang ke kampus sebatas untuk mengikuti perkuliahan, sementara hal lainnya di kampus diabaikan karena merasa tidak ada hubungannya dengan kegiatan perkuliahan.

Sejak kecil banyak dari kita yang diharapkan oleh orangtua untuk bisa mendapat nilai setinggi mungkin di sekolah. Hal ini membentuk mindset kita bahwa nilai adalah segalanya dalam pendidikan. Pada kenyataannya, semua hal yang kita pelajari di kelas adalah hard skill atau kemampuan teknis dari suatu disiplin ilmu.

Tentunya hard skill merupakan hal yang penting untuk dipelajari. Tetapi, kita masih sering melupakan betapa pentingnya soft skill yang dapat diasah oleh mahasiswa lewat organisasi.

Berikut adalah manfaat yang dapat diperoleh dengan berorganisasi di kampus:

1. Memperluas jaringan

Bergabung dalam organisasi berarti bergabung dalam suatu jaringan. Biasanya organisasi itu terdiri orang-orang dari berbagai kalangan. Kamu bisa bertemu teman-teman baru dari jurusan atau fakultas lain, mengenal para dosen, hingga mahasiswa dari perguruan tinggi lain dan para profesional dari perusahaan atau organisasi di luar kampus.

2. Mengasah kemampuan dan minat

Dalam organisasi, kamu tidak hanya mempelajari hal yang didapat di dalam kelas. Dengan bertemu dan berdiskusi dengan banyak orang, secara tidak langsung soft skill kamu akan semakin terasah. Kamu dapat meningkatkan kemampuan komunikasi, negosiasi, manajemen waktu, serta jiwa kepemimpinanmu.

3. Mempraktikkan ilmu

Sebagian besar hal yang kita pelajari di dalam kelas adalah teori. Dengan mengikuti organisasi yang berhubungan dengan jurusan yang diambil, kamu juga dapat mempraktikkan ilmu dari perkuliahan di dunia nyata. Contohnya, mahasiswa Teknik Elektronika atau Teknik Mesin dapat menerapkan ilmunya dengan mengikuti Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Robotika.

4. Memperbagus CV

IPK memang merupakah hal yang penting. Namun, dalam dunia kerja sering kali IPK tidak dijadikan satu-satunya penilaian. Saat interview, misalnya, banyak pewawancara yang lebih tertarik menanyakan kegiatan organisasi kamu ketimbang pelajaran yang didapat di dalam kelas.

Kebanyakan perusahaan akan sangat menghargai calon karyawan yang aktif berorganisasi selama kuliah dibandingkan mereka yang tidak berorganisasi. Pasalnya, mereka dianggap sudah dapat bekerja di suatu tim dan memiliki soft skill yang bagus.

5. Latihan menjadi calon pemimpin

Masih berkaitan dengan soft skill, kemampuan me-manage tim akan sangat dibutuhkan dalam kehidupan sehari-hari dan di dunia kerja. Dengan mengikuti organisasi, kamu akan belajar banyak hal seperti bagaimana mengatur anggota tim dengan karakter yang berbeda-beda, bagaimana memberi contoh yang baik kepada rekan-rekan organisasi, bagaimana mengambil keputusan dan menyelesaikan masalah dalam tim, dan masih banyak lagi. Hal ini akan mengembangkan jiwa kepemimpinan dalam diri kamu sehingga kamu siap untuk menjadi pemimpin di masa depan.

Menjadi seorang mahasiswa bukanlah hal yang mudah karena itulah banyak yang memilih untuk fokus ke bidang akademik saja, dan mengabaikan kegiatan organisasi. Padahal, seorang mahasiswa tak semestinya hanya menjadi mahasiswa biasa.

Di kampus, kita harus membiasakan diri bersosialisasi dan memperluas pergaulan—tentunya yang memberikan dampak positif. Itu semua dapat diwujudkan dengan bergabung dalam organisasi mahasiswa. Namun, kita juga harus pandai mengatur waktu agar tidak melupakan kewajiban utama kita sebagai mahasiswa, yaitu untuk menimba ilmu. Jadi, jangan hanya fokus di organisasi tersebut, tapi keduanya harus seimbang. Untuk itu, kita harus mampu membuat organisasi tersebut bermanfaat bagi kita dengan cara:

  1. Mengenali visi dan misi organisasi tersebut
  2. Menyesuaikan kegiatan dalam organisasi dengan minat dan waktu luang
  3. Lakukan hak dan kewajiban dalam organisasi dengan semangat
  4. Jika tidak mendapatkan manfaat dalam organisasi tersebut, cepatlah mundur dan cari organisasi lain yang lebih cocok

Ivan adalah mahasiswa Fakultas Teknik Mesin dan Dirgantara ITB yang juga aktif sebagai Campus Ambassador Dana Cita. Beberapa organisasi yang ia ikuti antara lain, UKM Robotika dan Keluarga Mahasiswa Buddha. Ivan juga pernah terlibat dalam penyelenggaraan kompetisi robotik dan kegiatan sosial.

Leave A Comment

Share via