||Cara Mahasiswa UI Menyeimbangkan Kepanitiaan dengan Indeks Prestasi

Cara Mahasiswa UI Menyeimbangkan Kepanitiaan dengan Indeks Prestasi

Penulis: Alya Isti Safira – Sibuk kuliah dan organisasi, tapi masih bisa mendapatkan nilai Indeks Prestasi yang bagus—mitos atau fakta? Bahasan ini akan coba dikupas oleh Alya, salah satu Campus Ambassador Dana Cita!


“IP atau Indeks Prestasi tidak menjamin kesuksesan seseorang, tetapi dapat IP bagus, siapa yang nggak senang?”

Halo, teman-teman! Kenalin, namaku Alya Isti Safira (Alya), mahasiswi semester tiga jurusan Sistem Informasi dari Fakultas Ilmu Komputer, Universitas Indonesia. Aku ingin sedikit berbagi tips untuk aktif kepanitiaan sambil tetap mendapat nilai bagus di bidang akademis.

Di fakultasku (dan mungkin juga di fakultasmu), ada banyak sekali acara internal maupun eksternal yang sifatnya open tender, alias semua orang bisa mendaftar. Berbagai tawaran pun terlihat begitu menggiurkan karena dapat menghiasi curriculum vitae di bagian pengalaman. Siapa yang tidak senang kalau CV-nya ramai?

Aku salah satunya. Aku selalu ingin punya kesibukan, baik akademis maupun non-akademis. Hal itu membuatku selalu tertarik apabila ada kepanitiaan baru. Aku bahkan bisa langsung membayangkan betapa banyaknya teman dan pengalaman baru yang akan kudapatkan.

Di semester dua kemarin, aku kalap. Aku mengikuti seluruh kepanitiaan yang sedang open recruitment, dengan mendaftar ke dalam divisi paling sibuk, divisi acara. Aku memegang empat kepanitiaan dalam satu semester, dan keempat-empatnya running secara bersamaan. Aku sebenarnya khawatir dengan prestasi akademisku, apalagi semester satu kemarin aku gagal cum laude. Dalam hati aku berpikir, “Gabut aja ga cumlaude, gimana sibuk?”

Tetapi, seiring waktu, aku justru semakin rajin mengerjakan tugas-tugas akademik maupun tugas kepanitiaanku. Aku hampir selalu produktif, tidak ada tugasku yang lewat deadline, dan sedikit sekali materi yang sulit aku mengerti. Aku semakin sering explore tentang mata kuliahku setelah selesai mengerjakan tugas kepanitiaan, dan setelah pemberitahuan nilai akhir semester dua, ternyata indeks prestasi atau IP-ku semester ini cum laude, bahkan jauh di atas ekspektasi!

Aku kaget, padahal aku merasa sebagai mahasiswi yang biasa-biasa saja. Tidak pandai ngoding apalagi hitung-hitung cepat. Untuk sebagian orang, mungkin indeks prestasi tidak penting. Alasannya karena tidak selalu orang yang IP-nya bagus, akan sukses di kehidupan setelah kuliah.

Akan tetapi, aku salah satu yang berpikir bahwa IP dapat memacu semangat seseorang untuk lebih produktif dan mencapai kesuksesan yang diinginkan. IP juga menjadi acuan sekeras apa usahaku di semester ini untuk membahagiakan berbagai pihak, termasuk diriku sendiri.

Dari sini aku paham dan dapat menarik kesimpulan tentang beberapa hal yang membuatku sukses di kepanitiaan, tapi tetap meraih IP yang memuaskan.

  1. Pintar-pintar atur waktu! Manajemen waktu adalah hal paling penting untuk bisa menyeimbangkan kehidupan akademis dan non-akademis.
  2. Seseorang yang memiliki kesibukan akan memiliki banyak tanggungan dan deadline. Hal ini menjadi tekanan agar dapat menyelesaikan semuanya, sehingga mau tidak mau, kita akan menjadi lebih produktif dari sebelumnya.
  3. Semakin kita sibuk, akan semakin mahir kita dalam mengatur waktu, karena kita tahu bahwa suatu tugas tidak akan selesai dengan sendirinya. Betul tidak?
  4. Mendaftar banyak kepanitiaan membawa banyak sekali manfaat! Tidak hanya pengalaman dan teman baru, tapi juga membentuk kepribadian yang baru!

Untuk menyeimbangkan segala kegiatan tersebut, gunakan waktu seefektif mungkin untuk mempertimbangkan kesehatan jasmani. Makan empat sehat lima sempurna, tidur cukup, berolahraga ringan, cukup untuk membuat metabolisme kamu baik sehingga bisa lebih fokus! Seimbangkan pula kesehatan rohani dan kebahagiaan mental, dan jangan lupa juga untuk bersenang-senang dengan teman-temanmu, ya!

Walaupun IP tinggi menimbulkan kebahagiaan tersendiri, jangan juga menjadi orang yang terlalu terpacu dengan IP ya! Karena IP bukan segalanya. Masih banyak hal yang harus di-explore sebagai mahasiswa, seperti magang, ikut lomba, daftar beasiswa, atau membuat proyek sendiri. Tingkatkan berbagai soft skill dan hard skill yang kamu punya sehingga kamu dapat menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari!

Perjalananku masih panjang sebagai mahasiswa, masih banyak semester yang harus aku tempuh untuk mempertahankan IPK-ku dan menambah lagi pengalamanku. Aku harus bisa menyeimbangkan dan bertahan, karena mahasiswa tidak kenal kata menyerah!


Alya Isti Safira (Alya) adalah salah satu Campus Ambassador Dana Cita dari Universitas Indonesia (UI). Sejak masih duduk di bangku sekolah hingga menjadi mahasiswa Fakultas Ilmu Komputer UI, Alya selalu menyibukkan dirinya dengan berbagai project atau kegiatan kepanitiaan dan volunteering. Di antara semua prestasinya, Alya juga pernah beberapa kali menjuarai kompetisi olahraga renang.

Leave A Comment

Share via