||Perjalanan Studi dan Pencapaian Mahasiswi Sekolah Farmasi ITB

Perjalanan Studi dan Pencapaian Mahasiswi Sekolah Farmasi ITB

Penulis: Yobella Priskila Sebagai salah satu mahasiswi Sekolah Farmasi ITB, Yobella tak hanya fokus mengejar nilai IPK yang tinggi, tapi juga aktif berorganisasi dan meraih prestasi non-akademis.


Halo, perkenalkan saya Yobella, mahasiswi angkatan 2015 jurusan Sains dan Teknologi Farmasi dari Institut Teknologi Bandung (ITB). Pada kesempatan ini, saya ingin membagikan cerita terkait perjalanan saya selama berkuliah di ITB dan bagaimana saya memaknai masa kuliah—bukan hanya untuk mencari nilai IPK yang tinggi, tapi juga meningkatkan soft skill, relasi, dan jiwa kepemimpinan.

Pada tahun pertama dan kedua perkuliahan, saya memiliki nilai IPK yang cukup baik dan aktif berorganisasi di unit atau organisasi terpusat. Saat itu saya mencoba untuk mendaftar ke beberapa institusi yang menyediakan beasiswa, tapi semuanya menolak saya. Pada saat itu saya agak terpukul dan bingung mengapa saya masih belum layak untuk mendapatkan beasiswa.

Kehidupan kuliah saya terus berlanjut hingga pada tingkat tiga akhir saya direkomendasikan oleh senior saya untuk menjadi Ketua Divisi Sponsor Orientasi Studi Keluaraga Mahasiswa (OSKM) ITB 2017. OSKM merupakan acara penerimaan mahasiswa baru ITB yang melibatkan 4.500 mahasiswa baru dan 3.000 mahasiswa dari tingkat lainnya.

Divisi Sponsor OSKM bertanggung jawab mengumpulkan dana sebesar Rp150 juta untuk mendukung keberlangsungan acara. Walaupun sebelumnya saya memiliki pengalaman menjadi Ketua Dana Usaha dan Ketua Divisi Sponsor pada beberapa acara unit, ini merupakan tantangan yang besar karena saya belum pernah mengumpulkan dana sebanyak itu. Namun, pada akhirnya saya berani keluar dari zona nyaman dan mengambil tanggung jawab tersebut.

Dalam masa kepemimpinan ini, saya juga menghadapi beberapa masalah seperti waktu efektif pengumpulan dana yang hanya 30 hari sehingga saya harus bekerja dengan efektif dan efisien. Selain itu, hampir seluruh anggota Divisi Sponsor OKSM saat itu tidak punya pengalaman mencari sponsor sehingga tidak mengetahui tugas yang harus dilakukan. Oleh karena itu, saya harus benar-benar membimbing mereka dengan cara membagi mereka ke dalam lima subdivisi yang masing-masing dipimpin oleh ketuanya.

Akhirnya saya berhasil mengumpulkan dana sebesar Rp158,5 juta dan berkolaborasi dengan beberapa perusahaan ternama seperti GO-JEK, Tokopedia, Wardah, PT Ultra Jaya, Mayora, Bank BJB, dan lain-lain. Melalui pengalaman ini saya belajar untuk memimpin anggota saya dan mengapresiasi pekerjaan mereka. Saya juga mendapatkan relasi yang lebih luas karena bekerja sama dan berkomunikasi dengan divisi lain seperti Divisi Komunikasi, Logistik, Acara, dan lain lain. Selain itu, saya juga belajar berkomunkasi dan bernegosiasi dengan para pekerja profesional, yaitu pihak dari perusahaan.

Pengalaman kepemimpinan saya menjadi Ketua Divisi Sponsor OKSM ITB 2017 menjadi batu loncatan bagi saya untuk meraih pencapaian lain. Di antaranya, terpilih mengikuti acara Young Leaders for Indonesia, sebuah program kepemimpinan dari perusahaan McKinsey & Company, menerima beasiswa dari PT Daewoong Pharmaceutical Company dan PT Martha Tilaar, terpilih menjadi Campus Ambassador Dana Cita Batch 2.0, dan lain-lain.

Saya menyadari semasa kuliah tidak hanya nilai akademik tinggi yang harus kita capai, tapi kemampuan memimpin, berkomunikasi, relasi, dan soft skill lainnya juga sangat diperlukan untuk menunjang karier kita setelah lulus kuliah.

Kuncinya adalah memperbesar kapasitas diri, berani mengambil risiko, dan selalu update informasi terkait kegiatan yang bisa diikuti selama kulliah. Selain itu, akan lebih baik lagi jika kita memiliki mentor yang mampu memimpin dan memberikan feedback.

Jika kalian sudah melakukan hal di atas dan masih belum berhasil, tetaplah mencoba karena setiap orang memiliki timeline kesuksesan yang berbeda-beda. Percayalah setiap kerja keras yang kalian lakukan pasti tidak akan sia-sia! Salam semangat!


Yobella adalah salah satu Campus Ambassador Dana Cita dari Institut Teknologi Bandung. Selama perjalanan studinya, perempuan yang menyukai olahraga basket ini pernah menjuarai kompetisi ide bisnis, menerima beasiswa, dan memimpin sejumlah divisi organisasi.

Leave A Comment

Share via