||Tips Manajemen Waktu ala Mahasiswa ITB

Tips Manajemen Waktu ala Mahasiswa ITB

Penulis: Anugrah Rizky Harnoko – Rizky adalah mahasiswa SBM ITB dengan kesibukan yang padat. Tips manajemen waktu berikut menjadi kunci keberhasilan Rizky dalam menjalankan semua kegiatannya.


“Jangan pernah berpikir dan mengatakan bahwa kamu tidak memiliki banyak waktu”. Hal itulah yang selalu menjadi bahan perenungan saya.

Nama saya Anugrah Rizky. Saya adalah mahasiswa tingkat akhir di Sekolah Bisnis dan Manajemen ITB. Pengalaman kuliah selama 2 tahun membuat saya sadar akan pentingnya manajemen waktu.

Bagaimanapun juga, saya diberikan waktu yang jumlahnya sama persis dengan yang dimiliki oleh orang-orang sukses di sekitar saya. Tugas yang terlewat deadline, pekerjaan organisasi yang terbengkalai, bahkan pola hidup yang berantakan membuat saya berpikir, “Andai aku mempunyai waktu yang lebih banyak, pasti aku dapat menyelesaikan semua pekerjaan ini.” Mungkin teman-teman pembaca ada yang merasakan hal serupa.

Namun, apakah benar waktu adalah masalahnya? Ternyata tidak!

Bisa jadi ada sejumlah waktu yang selama ini terbuang dengan percuma alias sia-sia. Membuang waktu sama saja dengan membuang banyak kesempatan dan juga peluang meraih kesuksesan. Tentunya, kamu akan kehilangan banyak sekali hal berharga yang seharusnya bisa dimiliki saat ini. Seperti kata pepatah, “It’s not about having time, it’s about making time.”

Selama kurang lebih 2 tahun saya telah menggunakan berbagai cara dan metode dalam manajemen waktu sampai akhirnya saya menemukan cara yang sesuai dengan diri saya.

Dengan cara tersebut, saya dapat menyelesaikan berbagai macam tugas dan pekerjaan sesuai dengan batas waktu yang ditentukan tanpa harus mengganggu pola makan dan tidur yang dapat mempengaruhi kesehatan.

Terdapat banyak proses yang saya lalui hingga saya dapat mengatur waktu dengan baik. Oleh karena itu, di sini saya akan membagikan tips dan cara manajemen waktu yang sudah terbukti berhasil saya gunakan dan mungkin bisa dicoba langsung oleh teman-teman sekalian.

So, let’s cekidot!

1. Learn how to say “No”

Seringkali kita dihadapkan pada tawaran untuk masuk ke dalam organisasi, kepanitiaan, lomba, ataupun kegiatan lainnya, dan kita selalu mengiyakan hal tersebut dengan alasan dapat menghiasi CV, menambah pengalaman, ataupun hanya karena tidak enak untuk menolak.

Sadarkah kalian bahwa ternyata banyak kegiatan yang sebenarnya tidak begitu penting atau bahkan membuang-buang waktu kita?

Bila hal ini terus dilakukan, justru akan membuat kita rugi dalam hal waktu dan tenaga. Lebih parahnya lagi, kita bahkan tidak mendapatkan apa-apa. Sangat disayangkan, bukan? Itulah yang saya rasakan di tahun pertama saya kuliah di kampus gajah ini.

Mulai saat ini, cobalah berkomitmen untuk menolak berbagai tawaran kegiatan. Selektiflah dalam memilih kegiatan yang akan kamu ikuti. Selalu tanyakan pada diri sendiri sebelum kamu mengiyakan sebuah tawaran.

Apakah kegiatan ini dapat membangun kapasitas saya? Benarkah saya menyukai kegiatan ini? Apakah saya dapat membagi waktu untuk mengerjakan kegiatan ini dengan tugas-tugas yang ada?

2. Gunakan aplikasi pendukung untuk mengatur jadwal, jangan hanya mengandalkan ingatan

Seperti kata pepatah ‘manusia adalah tempatnya salah dan lupa’. Bila kamu belum memiliki seseorang yang mengingatkan pekerjaan kamu, seperti pasangan hidup atau asisten pribadi, maka kamu harus membuat catatan sendiri tentang pekerjaan-pekerjaan kamu.

Di zaman digital ini, banyak aplikasi yang dapat kamu gunakan untuk mengatur jadwal, serta sebagai reminder agar kamu tidak melewatkan hal penting yang sudah direncakan. Jangan hanya mengandalkan ingatanmu yang terbatas, karena mungkin saja kamu bisa melupakannya.

Aplikasi yang sering saya gunakan adalah TickTick dan Google Calendar. Keduanya sangat membantu saya dalam mencatat goal, reminder, to-do list, dan event.

Dengan aplikasi sejenis, kamu juga dapat mencatat jadwal harian, mingguan, dan bulanan yang sudah kamu buat. Namun, jangan lupa untuk selalu berkomitmen terhadap jadwal yang telah kamu buat ya, karena akan menjadi percuma bila pada akhirnya kamu tidak melaksanakan jadwal tersebut.

3. Tentukan prioritas!

Setelah menuliskan pekerjaan dan tugas yang akan kamu lakukan, bagi pekerjaan tersebut ke dalam skala prioritas untuk menentukan mana yang harus kamu kerjakan lebih awal. Dengan begitu, kamu dapat memisahkan hal yang sangat penting yang harus segera dikerjakan dengan hal yang tidak begitu penting yang masih bisa ditunda.

Untuk membuat skala prioritas pekerjaan tersebut, kamu bisa menggunakan Eisenhower Matrix yang dipopulerkan oleh Stephen R. Covey dalam bukunya yang berjudul 7 Habits of Highly Effective People. Matriks tersebut terbagi menjadi 4 kuadaran, yaitu kuadran pertama yang mendesak dan penting, kuadran kedua yang tidak mendesak dan penting, kuadran ketiga yang mendesak dan tidak penting, dan kuadran keempat yang tidak mendesak dan tidak penting.

4. Hindari bekerja multitasking

Sebuah studi dari University of Copenhagen, Denmark menunjukkan bahwa berganti-ganti fokus dari satu layer ke layer lain menyebabkan otak menyimpan informasi lebih sedikit. Bukan hanya itu, hormon yang mengganggu proses berpikir pun akan dikeluarkan, yang akhirnya bisa menurunkan tingkat kecerdasan.

Banyak penelitian lain juga menyebutkan dampak yang diakibatkan oleh multitasking, salah satunya menurunkan kinerja otak. Mulai sekarang, cobalah untuk fokus dalam penyelesaian tugas ataupun pekerjaan satu per satu. Hindari dan jauhi juga segala macam distraksi, seperti membuka notifikasi handphone, scroll IG story atau timeline Instagram, dan sebagainya.

Awalnya memang susah, tapi apabila kita membiasakan diri dan berkomitmen untuk fokus pada satu hal, niscaya hal ini akan menjadi sebuah kebiasaan baik.

5. Jangan menunda-nunda!

Angan-angan dan cita-citamu hanya akan menjadi mimpi semata dan tidak pernah tercapai apabila kamu masih malas dan mempunyai kebiasaan “menunda-nunda”. Sebisa mungkin kerjakanlah suatu pekerjaan di hari yang sama di mana pekerjaan tersebut dikeluarkan.

Jangan tunda pekerjaan tersebut dengan alasan deadline yang masih jauh. Sebab, pada akhirnya kamu akan kaget ketika hari sudah mendekati deadline sedangkan kamu belum mengerjakan apapun.

Alih-alih menyelesaikan dengan teliti, kamu pun akan terburu-buru dalam mengerjakan pekerjaan tersebut.

Waktumu sangat berharga untuk disia-siakan begitu saja. Waktu yang digunakan dengan baik akan semakin mendekatkanmu kepada kesuksesan. Dari sekarang, yuk manfaatkan waktu sebaik mungkin! Kamu boleh menggunakan 5 tips di atas agar waktumu lebih produktif.


Rizky adalah salah satu Campus Ambassador Dana Cita dari Institut Teknologi Bandung. Mahasiswa Sekolah Bisnis dan Manajemen ini mampu menyeimbangkan kegiatan akademik, non-akademik, serta bisnis yang ia jalankan. Menjadi seorang entrepreneur merupakan mimpi besar Rizky. Simak cerita inspiratifnya di sini.

Leave A Comment

Share via